SUARAPANTURA.COM – Nama Perry Warjiyo kembali menjadi perhatian publik setelah resmi mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Juli 2026. Setelah pengunduran dirinya, posisi pimpinan bank sentral untuk sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, sambil menunggu penetapan gubernur definitif.
Selama memimpin Bank Indonesia, Perry Warjiyo dikenal sebagai ekonom dan bankir sentral yang berperan dalam menjaga stabilitas moneter, sistem pembayaran, serta stabilitas sistem keuangan nasional.
Biodata Singkat
Nama lengkap: Perry Warjiyo
Tempat, tanggal lahir: Sukoharjo, Jawa Tengah, 25 Februari 1959.
Usia: 67 tahun (2026).
Profesi: Ekonom dan bankir sentral.
Jabatan terakhir: Gubernur Bank Indonesia (2018–2026).
Pendidikan
Perry Warjiyo memiliki latar belakang pendidikan ekonomi yang kuat, yaitu:
Sarjana Ekonomi, Universitas Gadjah Mada (UGM).
Master of Science in Monetary Economics, Iowa State University, Amerika Serikat.
Doctor of Philosophy (Ph.D.) in Monetary Economics, Iowa State University, Amerika Serikat.
Pendidikan tersebut menjadi fondasi dalam kariernya sebagai salah satu ekonom senior Indonesia.
Perjalanan Karier
Karier Perry di Bank Indonesia dimulai pada 1984. Selama lebih dari empat dekade, ia menduduki berbagai posisi strategis, antara lain:
Peneliti dan ekonom Bank Indonesia.
Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter.
Direktur Eksekutif yang mewakili Bank Indonesia pada International Monetary Fund (IMF).
Deputi Gubernur Bank Indonesia (2013–2018).
Gubernur Bank Indonesia (2018–2026).
Kiprah sebagai Gubernur BI
Selama menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengawal berbagai kebijakan penting, di antaranya:
Menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Mengendalikan inflasi sesuai target pemerintah.
Mendorong digitalisasi sistem pembayaran melalui implementasi QRIS.
Mengembangkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia.
Memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ia juga aktif mewakili Indonesia dalam berbagai forum ekonomi internasional seperti G20, IMF, Bank for International Settlements (BIS), dan ASEAN Central Bank Governors Meeting.
Berapa Gaji Gubernur Bank Indonesia?
Saat masih menjabat, penghasilan Gubernur Bank Indonesia terdiri atas:
Besaran remunerasi pejabat Bank Indonesia diatur berdasarkan peraturan yang berlaku, namun total pendapatan bersih per bulan tidak dipublikasikan secara rinci.
Harta Kekayaan
Sebagai penyelenggara negara, Perry Warjiyo wajib menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berdasarkan laporan LHKPN terakhir yang dipublikasikan, total kekayaan Perry Warjiyo mencapai sekitar Rp120 miliar. Aset tersebut terdiri dari:
Tanah dan bangunan.
Kendaraan bermotor.
Surat berharga.
Kas dan setara kas.
Harta bergerak lainnya.
Nilai kekayaan tersebut dapat berubah sesuai pembaruan laporan LHKPN yang disampaikan kepada KPK.
Kiprah Setelah Meninggalkan BI
Meski telah mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo tetap dikenal sebagai salah satu ekonom senior Indonesia. Pengalaman panjangnya di bidang kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, dan kerja sama ekonomi internasional membuat pandangannya masih menjadi perhatian berbagai kalangan.
Selama kariernya di Bank Indonesia, Perry Warjiyo berkontribusi dalam pengembangan kebijakan moneter modern, penguatan sistem pembayaran digital, serta menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan global.