Suarapantura.com - Bursa calon Gubernur Bank Indonesia (BI) mulai mengerucut setelah pengunduran diri Perry Warjiyo. Sejumlah nama dengan rekam jejak panjang di sektor moneter dan keuangan disebut masuk dalam daftar kandidat yang tengah dipertimbangkan Presiden Prabowo Subianto untuk diajukan kepada DPR.
Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat tiga nama yang masuk bursa calon Gubernur BI, yakni Muliaman Darmansyah Hadad, Destry Damayanti, dan Aida S. Budiman.
Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan secara resmi siapa nama yang akan dipilih dan diajukan kepada DPR RI.
Sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia, Presiden berwenang mengusulkan calon Gubernur BI kepada DPR untuk mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan sebelum ditetapkan secara resmi.
Sementara menunggu penetapan gubernur definitif, roda kepemimpinan Bank Indonesia dijalankan oleh Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Muliaman Hadad Berpengalaman di BI dan OJK
Nama Muliaman Hadad dinilai memiliki pengalaman lengkap di sektor keuangan nasional. Sebelum menjadi Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2012–2017, ia menghabiskan sebagian besar kariernya di Bank Indonesia.
Muliaman pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur BI sebelum dipercaya memimpin OJK sebagai ketua pertama sejak lembaga tersebut berdiri.
Setelah menyelesaikan tugas di OJK, ia dipercaya menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein. Pada era pemerintahan Presiden Prabowo, Muliaman kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara.
Selain aktif sebagai regulator, ia juga dikenal sebagai akademisi dan pernah menjadi Komisaris Independen PT Astra International Tbk serta Komisaris Utama Independen PT Bank Syariah Indonesia Tbk.
Destry Damayanti Kini Jalankan Tugas Gubernur BI
Destry Damayanti saat ini menjadi figur yang paling dekat dengan operasional Bank Indonesia karena menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior sekaligus Pejabat Sementara Gubernur BI.
Sebelum bergabung dengan BI, Destry dikenal sebagai ekonom yang pernah berkarier di sektor perbankan, pasar modal, hingga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Ia juga pernah menjabat Kepala Ekonom Bank Mandiri, Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas, serta menjadi Anggota Dewan Komisioner LPS sebelum dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada 2019.
Dengan posisinya saat ini, Destry dinilai memiliki pengalaman langsung dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional.
Aida S. Budiman Kuasai Kebijakan Moneter
Nama lain yang masuk dalam bursa adalah Aida S. Budiman, Deputi Gubernur BI yang dikenal memiliki pengalaman panjang dalam penyusunan kebijakan moneter dan hubungan internasional.
Sejak bergabung dengan BI pada 1991, Aida banyak menangani isu kebijakan ekonomi, pengendalian inflasi, hingga kerja sama internasional.
Ia juga pernah menjadi Wakil Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) yang mewakili kelompok negara Asia Tenggara dalam berbagai pembahasan kebijakan ekonomi global.
Pengalaman tersebut membuat Aida dinilai memiliki kapasitas kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi nasional maupun global.
Pemerintah Belum Umumkan Pilihan
Meski tiga nama tersebut disebut masuk dalam bursa calon Gubernur BI, pemerintah hingga kini belum memberikan pernyataan resmi mengenai siapa yang akan dipilih.
Keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden sebelum nama calon diajukan kepada DPR untuk menjalani proses persetujuan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Dengan posisi Gubernur BI yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, inflasi, hingga sistem keuangan nasional, pemilihan sosok pengganti Perry Warjiyo diperkirakan akan menjadi salah satu agenda penting pemerintah dalam waktu dekat.