Suarapantura.com - Pemasangan pagar setinggi sekitar tiga meter yang mengelilingi Menara BNI Pejompongan, Jakarta Pusat, menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Banyak pihak mempertanyakan alasan di balik pembangunan pagar tersebut, terlebih lokasinya pernah menjadi salah satu titik keramaian saat aksi demonstrasi besar pada Agustus 2025.
Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memastikan pembangunan pagar tersebut bukan dilakukan secara mendadak ataupun sebagai respons terhadap isu demonstrasi yang berkembang belakangan.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menegaskan bahwa proyek tersebut telah masuk dalam program penataan kawasan operasional perusahaan sejak pertengahan 2025.
"Pembangunan pagar bukan merupakan kebijakan yang diambil sebagai respons terhadap isu yang berkembang belakangan ini, melainkan bagian dari program yang telah direncanakan perusahaan sebelumnya," ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Diklaim Bagian dari Penataan Kawasan
Menurut BNI, pembangunan pagar merupakan bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta ketertiban lingkungan kerja perusahaan.
Meski telah dirancang sejak tahun lalu, realisasi pembangunan baru dilakukan pada 2026 setelah seluruh tahapan perencanaan dan proses pengadaan selesai sesuai mekanisme tata kelola perusahaan.
BNI juga menegaskan evaluasi terhadap fasilitas operasional merupakan bagian dari penerapan manajemen risiko yang dilakukan secara berkala.
Akses Nasabah Dipastikan Tetap Normal
Okki memastikan keberadaan pagar tidak mengubah pelayanan kepada masyarakat.
Seluruh aktivitas operasional maupun layanan perbankan disebut tetap berjalan normal. Nasabah masih dapat mengakses kantor dan seluruh fasilitas BNI tanpa adanya pembatasan.
"Seluruh operasional dan layanan BNI tetap berjalan normal. Masyarakat dan nasabah tetap dapat mengakses seluruh layanan BNI seperti biasa," katanya.
Pagar Tutupi Area Ikonik Menara
Berdasarkan pantauan di lokasi, pagar berwarna keemasan dengan tinggi sekitar tiga meter kini mengelilingi hampir seluruh kawasan Menara BNI.
Mulai dari sisi Jalan Pejompongan Raya hingga Jalan Pejompongan IV dan V, area taman yang sebelumnya terbuka kini tertutup pagar permanen.
Bagian bawah gedung kaca biru yang menjadi ikon Menara BNI juga tidak lagi terlihat jelas dari trotoar.
Pagar tersebut bahkan mengelilingi plaza tempat berdirinya patung Garuda raksasa. Meski demikian, pengelola tetap menyediakan beberapa akses masuk dan tangga kecil menuju area plaza.
Dikaitkan dengan Kerusuhan Tahun Lalu
Munculnya pagar tinggi tersebut memicu berbagai spekulasi di media sosial.
Tidak sedikit warga yang mengaitkannya dengan demonstrasi besar yang terjadi di kawasan Pejompongan pada Agustus 2025.
Saat itu, kawasan sekitar Menara BNI menjadi salah satu titik konsentrasi massa setelah aksi unjuk rasa bergeser dari kawasan DPR RI menuju Bendungan Hilir.
Sejumlah saksi mata mengaku masih mengingat situasi ricuh ketika aparat melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa.
Sekitar 200 meter dari Menara BNI juga terjadi insiden yang menewaskan seorang pengemudi ojek online setelah terlindas kendaraan taktis Brimob di tengah kericuhan.
Meski demikian, hingga kini BNI menegaskan tidak ada hubungan antara pembangunan pagar dengan peristiwa tersebut.
Perusahaan menyebut proyek tersebut merupakan bagian dari program penataan kawasan yang telah dirancang jauh sebelum isu tersebut kembali menjadi perhatian publik.
Dengan penjelasan resmi tersebut, pembangunan pagar Menara BNI diharapkan tidak lagi menimbulkan berbagai spekulasi. Namun demikian, keberadaan pagar setinggi tiga meter di salah satu gedung perbankan terbesar di Indonesia tetap menjadi perhatian masyarakat karena mengubah wajah kawasan Pejompongan yang selama ini dikenal lebih terbuka.