Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, Sri Mulyani.(kemenkeu.go.id)
Suarapantura.com - Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali mendapat kepercayaan di tingkat internasional. Kali ini, Bank Dunia (World Bank) menunjuk Sri Mulyani sebagai Independent Co-Chair dalam proses replenishment atau pengisian kembali pendanaan ke-22 International Development Association (IDA22).
Penunjukan tersebut menempatkan Sri Mulyani sebagai salah satu tokoh yang akan memimpin penggalangan dukungan kebijakan sekaligus pendanaan bagi negara-negara berpendapatan rendah di dunia.
Dalam menjalankan tugasnya, Sri Mulyani akan bekerja bersama Paschal Donohoe, yang saat ini menjabat sebagai Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia.
Dipilih Lewat Proses Seleksi
Bank Dunia menjelaskan, penunjukan Sri Mulyani dilakukan melalui proses seleksi oleh komite pencarian yang beranggotakan perwakilan negara donor dan negara peminjam.
Lembaga keuangan internasional tersebut menilai Sri Mulyani memiliki pengalaman panjang di bidang kebijakan fiskal, pembiayaan pembangunan, hingga kerja sama multilateral.
Saat ini, Sri Mulyani juga tercatat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di University of Oxford.
Sebelumnya, ia dikenal sebagai perempuan pertama yang menjabat Menteri Keuangan Indonesia serta pernah mengemban amanah sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia.
Fokus Himpun Dana untuk Negara Miskin
International Development Association (IDA) merupakan salah satu lembaga di bawah Bank Dunia yang menyediakan pembiayaan bagi negara-negara berpendapatan rendah.
Melalui IDA, berbagai negara memperoleh pinjaman berbunga rendah, pinjaman tanpa bunga, hingga hibah untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan ketahanan ekonomi.
Pendanaan IDA diperbarui setiap tiga tahun melalui proses replenishment, yaitu penghimpunan komitmen dana baru dari negara-negara donor.
Dalam siklus IDA22, Sri Mulyani bersama jajaran Bank Dunia akan memimpin proses konsultasi, membangun dukungan kebijakan, serta mendorong komitmen pendanaan dari berbagai negara anggota.
Tentukan Pembiayaan Hingga 2031
Bank Dunia menyebut hasil penggalangan dana IDA22 akan menentukan besaran pembiayaan konsesional bagi 78 negara hingga tahun 2031.
Proses tersebut akan diawali melalui Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026.
Selanjutnya, pertemuan utama penggalangan komitmen pendanaan atau pledging meeting dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.
IDA Sudah Salurkan Ratusan Miliar Dolar
Sejak didirikan pada tahun 1960, International Development Association telah menjadi salah satu instrumen utama Bank Dunia dalam mendukung pembangunan negara berkembang.
Menurut data Bank Dunia, IDA telah menyalurkan lebih dari US$632 miliar kepada 115 negara untuk mendukung berbagai program pembangunan, memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi kemiskinan ekstrem, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penunjukan Sri Mulyani dinilai menjadi pengakuan atas pengalaman dan kapasitas Indonesia di bidang pengelolaan keuangan negara serta pembiayaan pembangunan internasional.
Kepercayaan tersebut sekaligus menempatkan Indonesia kembali dalam posisi strategis pada forum keuangan global yang berperan menentukan arah pembangunan negara-negara berpendapatan rendah dalam beberapa tahun mendatang.