Profil Meliza Musa Rusli, Bos PermataBank yang Pernah Berkarier di Astra hingga Goldman Sachs
Sabila JP•
Nasional
ilustrasi gambar Gemini AI
Suarapantura.com - Nama Meliza Musa Rusli menjadi salah satu sosok penting dalam industri perbankan Indonesia. Ia dipercaya memimpin PT Bank Permata Tbk atau PermataBank sebagai Direktur Utama setelah sebelumnya menduduki posisi Wakil Direktur Utama.
Meliza bukanlah nama baru di dunia bisnis dan jasa keuangan. Sebelum masuk ke jajaran manajemen PermataBank, ia memiliki pengalaman di sejumlah perusahaan besar, termasuk PT Astra International Tbk, Goldman Sachs dan Accenture.
Kariernya yang panjang di bidang strategi, korporasi, investasi dan jasa keuangan menjadi salah satu alasan dirinya dipercaya membawa PermataBank menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin ketat.
Pendidikan Meliza Musa Rusli
Meliza Musa Rusli merupakan warga negara Indonesia dan berdomisili di Jakarta.
Berdasarkan laporan tahunan PermataBank, Meliza menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik bidang Teknik Elektro di Universitas Indonesia pada 1996.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Australia dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari University of Melbourne pada 2000.
Kombinasi pendidikan teknik dan bisnis tersebut kemudian menjadi bekal dalam perjalanan kariernya di bidang teknologi, strategi perusahaan dan jasa keuangan.
Dalam laporan tahunan 2024, PermataBank mencatat Meliza berusia 50 tahun.
Karier di Dunia Konsultan dan Investasi
Sebelum bergabung dengan PermataBank, Meliza memiliki pengalaman di sejumlah perusahaan internasional.
Ia pernah menjabat sebagai Country Head of Financial Services Group di Accenture.
Selain itu, Meliza juga pernah berkarier di Goldman Sachs Indonesia dan menduduki posisi Head of Investment Banking.
Pengalaman tersebut membuatnya memiliki pemahaman mengenai industri keuangan, investasi, transaksi korporasi dan strategi bisnis.
Kariernya kemudian berlanjut ke PT Astra International Tbk.
Di perusahaan konglomerasi tersebut, Meliza dipercaya sebagai Chief of Group Digital Strategy dan Chief of Corporate Development.
Posisi tersebut mempertemukannya dengan dua bidang yang menjadi semakin penting bagi industri perbankan, yakni transformasi digital dan pengembangan bisnis.
Perjalanan Meliza di PermataBank dimulai pada Januari 2022.
Dalam RUPSLB pada 25 Januari 2022, pemegang saham menyetujui pengangkatannya sebagai Wakil Direktur Utama PermataBank.
Sebelum pengangkatan tersebut efektif, Meliza telah memperoleh persetujuan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan atau Fit and Proper Test dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pada saat itu, posisi Direktur Utama PermataBank masih dijabat Chalit Tayjasanant.
Meliza kemudian naik menjadi Direktur Utama pada Mei 2022. Berdasarkan catatan perusahaan, ia menjabat sebagai Wakil Direktur Utama sejak 25 Januari 2022 sampai 19 Mei 2022 dan efektif sebagai Direktur Utama sejak 20 Mei 2022.
Memimpin PermataBank
Di bawah kepemimpinan Meliza, PermataBank melanjutkan transformasi bisnis dan digital.
Dalam laporan tahunan 2024, Meliza tercatat sebagai Direktur Utama bersama jajaran direksi yang membidangi berbagai fungsi, mulai dari teknologi, kepatuhan, consumer banking, risiko, sumber daya manusia, corporate banking hingga jaringan cabang.
PermataBank sendiri merupakan bagian dari kelompok Bangkok Bank. Dalam laporan publikasi 2024, Bangkok Bank Public Company Limited tercatat sebagai pemegang saham pengendali.
Pada 2025, Meliza tetap tercatat sebagai Direktur Utama PermataBank.
Laporan keuangan PermataBank per 31 Desember 2025 juga mencatat Meliza sebagai Direktur Utama.
Meliza dan Transformasi Digital
Salah satu hal yang menarik dari perjalanan Meliza adalah latar belakangnya yang tidak semata-mata berasal dari perbankan tradisional.
Ia memiliki pengalaman di bidang teknologi dan strategi digital ketika berada di Astra International.
Pengalaman tersebut menjadi relevan ketika industri perbankan mulai bergerak agresif menuju digitalisasi.
Perbankan saat ini tidak lagi hanya berkompetisi melalui jumlah kantor cabang dan ATM. Persaingan juga berlangsung melalui aplikasi mobile banking, layanan digital, keamanan siber, artificial intelligence, analisis data dan integrasi dengan ekosistem digital.
Latar belakang Meliza membuat transformasi digital menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan kariernya di PermataBank.
Berapa Gaji Meliza Musa Rusli?
Pertanyaan mengenai pendapatan Direktur Utama PermataBank tentu menarik perhatian publik.
Namun, tidak tersedia angka resmi yang dapat dijadikan dasar untuk menyebut gaji bulanan pribadi Meliza Musa Rusli secara pasti.
PermataBank mengungkap kebijakan remunerasi melalui laporan tahunan dan laporan tata kelola. Remunerasi Direksi dapat terdiri dari gaji, bonus, tunjangan, tantiem dan fasilitas lainnya.
Bank juga menjelaskan bahwa penyesuaian remunerasi berkaitan dengan penilaian kinerja individu, target direktorat, kinerja bank serta faktor risiko.
Karena itu, angka seperti "gaji Meliza Rp X miliar per bulan" tidak seharusnya ditulis sebagai fakta apabila tidak terdapat dokumen resmi yang secara eksplisit menyebut nominal tersebut.
Data publik yang tersedia menunjukkan bahwa situs data pasar seperti Simply Wall St juga belum memiliki data kompensasi individual Meliza. Profil tersebut mencantumkan posisi Meliza sebagai CEO/Direktur Utama, tetapi bagian total compensation masih tercatat tidak tersedia.
Dengan demikian, pendapatan bulanan pribadi Meliza tidak dapat dihitung secara akurat dari data publik yang tersedia.
Jika ingin membuat estimasi, angka tersebut harus diberi label sebagai estimasi dan bukan pendapatan resmi.
Punya Saham PermataBank
Hal menarik lainnya, Meliza tercatat memiliki saham PermataBank.
Dalam laporan tahunan 2024, Meliza Musa Rusli tercatat memiliki 399.300 saham PermataBank.
Jumlah tersebut tercatat sekitar 0,00% dari total kepemilikan karena jumlah saham beredar PermataBank sangat besar.
Sementara anggota Direksi lainnya pada tabel tersebut mayoritas tercatat tidak memiliki saham atau tidak tercatat memiliki saham pada periode tersebut.
Kepemilikan saham tersebut menjadi salah satu informasi penting dalam melihat hubungan Meliza dengan perusahaan yang dipimpinnya.
Dalam penelusuran terhadap sumber yang tersedia, tidak ditemukan dasar yang kredibel untuk menyatakan Meliza Musa Rusli pernah menjadi tersangka atau terdakwa perkara korupsi.
Karena itu, tidak tepat memasukkan namanya dalam daftar pejabat perbankan yang pernah tersandung perkara pidana tanpa adanya dokumen hukum yang mendukung.
Justru rekam jejak publik yang tersedia menunjukkan perjalanan kariernya berada di sektor korporasi dan jasa keuangan sebelum dipercaya menjadi pucuk pimpinan PermataBank.
PermataBank di Bawah Meliza
PermataBank mencatat kinerja yang cukup besar dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2023, bank tersebut membukukan laba bersih sekitar Rp2,6 triliun atau tumbuh 28,4% secara tahunan.
Kinerja tersebut menjadi salah satu capaian yang disampaikan manajemen ketika Meliza menjabat sebagai Direktur Utama.
Dalam laporan tahunan 2024, PermataBank juga mencatat rasio permodalan yang kuat. Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 34,6%, sementara rasio CET1 mencapai 26,4%.
Jumlah karyawan pada akhir 2024 tercatat 6.972 orang dengan 205 cabang.
Tantangan Meliza ke Depan
Sebagai Direktur Utama, Meliza menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Persaingan bank besar dengan bank digital semakin ketat. Di sisi lain, risiko keamanan siber, fraud, perubahan perilaku nasabah dan tuntutan efisiensi menjadi persoalan yang harus dihadapi industri perbankan.
PermataBank juga harus terus memperkuat posisi sebagai bagian dari jaringan Bangkok Bank sekaligus mempertahankan daya saing di pasar Indonesia.
Dengan pengalaman di Goldman Sachs, Accenture, Astra International dan kini PermataBank, perjalanan Meliza menunjukkan bagaimana karier dari dunia teknologi, konsultasi dan investasi dapat berujung pada posisi puncak di industri perbankan.
Meliza Musa Rusli kini bukan sekadar salah satu perempuan yang menduduki posisi tertinggi di industri perbankan Indonesia.
Ia menjadi bagian dari generasi pimpinan bank yang harus membawa institusi keuangan konvensional memasuki era digital, sekaligus menjaga kepercayaan nasabah, kesehatan bank dan tata kelola perusahaan.
Catatan: Sampai data publik yang dapat diverifikasi, nominal gaji atau pendapatan bulanan pribadi Meliza Musa Rusli tidak dipublikasikan secara terpisah. Yang tersedia adalah informasi mengenai kebijakan remunerasi dan pengungkapan remunerasi perusahaan, sehingga angka pendapatan pribadi tidak boleh dipastikan tanpa dokumen resmi.