Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Top Up DANA Rp2 Juta di Tokopedia Gagal, Tagihan Kredivo Tetap Muncul

Sabila JP•
Nasional

ilustrasi Gemini AI

Suarapantura.com - Pengguna layanan kredit digital Kredivo mengeluhkan transaksi top up saldo DANA melalui Tokopedia yang diduga gagal, namun tagihan justru tetap tercatat di aplikasi Kredivo.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Hesti, pengguna Kredivo asal Surabaya, Jawa Timur. Ia mengaku mengalami persoalan transaksi lintas platform setelah melakukan tiga kali top up saldo DANA melalui Tokopedia menggunakan metode pembayaran Kredivo pada 7 Agustus 2026.

Dari tiga transaksi yang dilakukan secara berurutan, Hesti menyebut seluruh transaksi tercatat berhasil di aplikasi Kredivo. Limit kreditnya pun disebut langsung berkurang dan muncul tiga tagihan dengan total pembayaran yang jatuh tempo pada 7 September 2026.

Namun persoalan muncul ketika Hesti mengecek akun Tokopedia dan saldo DANA.

Dari tiga transaksi tersebut, hanya dua yang tercatat berhasil. Sementara satu transaksi senilai Rp2.001.000 tidak menghasilkan saldo DANA sebagaimana mestinya.

Tokopedia Sebut Dana Tidak Diterima

Hesti kemudian menghubungi Tokopedia Care untuk meminta penjelasan terkait transaksi tersebut.

Dalam komunikasi dengan pihak Tokopedia, Hesti mengaku memperoleh keterangan tertulis bahwa dana untuk transaksi dengan ID Pembayaran Tokopedia PLS4126926173 senilai Rp2.001.000 tidak diterima oleh Tokopedia.

Pihak Tokopedia disebut menjelaskan bahwa transaksi tersebut mengalami gangguan jaringan pada Virtual Account (VA) Kredivo.

Karena dana tidak diterima dan saldo DANA juga tidak masuk, Hesti kemudian diarahkan untuk menghubungi pihak Kredivo sebagai penyedia metode pembayaran.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Masalah pun berpindah ke layanan pelanggan Kredivo.

CS Kredivo Dinilai Hanya Berikan Jawaban Template

Hesti mengaku telah berulang kali menghubungi layanan pelanggan Kredivo melalui email dan Live Chat aplikasi.

Namun menurut dia, jawaban yang diterima tidak menjawab persoalan yang dilaporkan.

Ia menyebut sebagian respons yang diterima justru berupa jawaban otomatis atau template yang dinilai tidak berkaitan dengan inti masalah.

Bahkan, Hesti mengaku sempat menerima pemberitahuan bahwa alamat email yang digunakannya tidak terdaftar sebagai email aktif di Kredivo.

Padahal, menurut Hesti, email tersebut merupakan alamat yang terdaftar pada akun Kredivo miliknya.

Kondisi tersebut membuat Hesti semakin kecewa karena persoalan yang dihadapinya bukan sekadar transaksi gagal, melainkan menyangkut limit kredit dan tagihan yang tetap muncul meski saldo DANA tidak diterima.

Status di Kredivo Disebut Berhasil

Hesti kemudian mencoba menghubungi layanan pelanggan Kredivo melalui sambungan telepon.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Menurut pengakuannya, petugas CS menyampaikan bahwa transaksi tersebut berstatus berhasil berdasarkan data di sistem Kredivo.

Dengan status tersebut, Hesti mengaku kesulitan mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap transaksi yang menurut Tokopedia justru tidak diterima.

Hesti berharap pihak Kredivo tidak hanya berpedoman pada status transaksi di sistem internal, tetapi melakukan rekonsiliasi atau pemeriksaan manual terhadap aliran dana.

Terlebih, terdapat keterangan dari Tokopedia mengenai transaksi dengan ID pembayaran tertentu yang disebut tidak diterima akibat gangguan pada jaringan VA Kredivo.

Minta Tagihan Rp2 Juta Dibatalkan

Hesti meminta pihak Kredivo melakukan pemeriksaan dan memberikan penyelesaian sebelum tanggal jatuh tempo tagihan.

Menurutnya, tidak semestinya konsumen dibebani tagihan atas transaksi yang produk atau saldo DANA-nya tidak pernah diterima.

Ia meminta agar tagihan senilai Rp2.001.000 tersebut dibatalkan atau limit kreditnya dipulihkan apabila hasil rekonsiliasi menunjukkan bahwa transaksi memang tidak berhasil sampai ke pihak Tokopedia.

“Saya meminta pembatalan tagihan atau pemulihan limit senilai Rp2.001.000 tersebut sebelum tanggal jatuh tempo tiba, karena produk saldo DANA-nya tidak pernah saya terima,” ujar Hesti dalam pengaduannya.

Konsumen Minta Investigasi Manual

Untuk memperkuat pengaduannya, Hesti mengaku telah menyiapkan sejumlah bukti.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Di antaranya tangkapan layar komunikasi dengan Tokopedia Care serta bukti tagihan yang muncul di aplikasi Kredivo.

Ia berharap kedua perusahaan dapat melakukan pengecekan bersama terhadap transaksi tersebut, terutama karena transaksi melibatkan beberapa sistem sekaligus, mulai dari Tokopedia, Kredivo, jaringan Virtual Account hingga bank penampung.

Persoalan seperti ini membutuhkan pencocokan data transaksi agar dapat diketahui secara jelas di mana dana berhenti dan apakah tagihan yang muncul memang memiliki dasar transaksi yang sah.

Menunggu Penyelesaian Kredivo

Hingga keluhan tersebut disampaikan, Hesti masih menunggu penyelesaian dari pihak Kredivo.

Ia berharap persoalan tidak berhenti pada jawaban bahwa transaksi berstatus berhasil di sistem, melainkan dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap bukti dari pihak Tokopedia.

Sebab, apabila benar terjadi perbedaan antara status transaksi di sistem pembayaran dan penerimaan dana di merchant, konsumen berpotensi berada pada posisi sulit: limit kredit berkurang dan tagihan muncul, sementara barang atau saldo yang dibeli tidak diterima.

Keluhan ini sekaligus menjadi pengingat bagi penyedia layanan pembayaran digital agar memiliki mekanisme penyelesaian yang jelas untuk transaksi gantung atau failed transaction, terutama ketika transaksi melibatkan lebih dari satu platform.

Hesti berharap Kredivo segera melakukan rekonsiliasi transaksi dan memberikan kepastian mengenai status tagihan Rp2.001.000 tersebut sebelum jatuh tempo 7 September 2026.

Tags:
#Kredivo#Tokopedia#Top Up#Dana#Konsumen
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…