Suarapantura.com - Bingung sekaligus khawatir. Seorang nasabah Bank BRI, Evita Dewi, mengaku tiba-tiba mendapat tagihan sebesar Rp86.164 di aplikasi Ceria, padahal seluruh transaksi sebelumnya sudah dilunasi.
Yang membuatnya semakin heran, Evita mengaku tidak pernah melakukan transaksi dengan nominal tersebut. Bahkan limit Ceria miliknya disebut masih penuh dan tidak terpakai.
Keluhan tersebut disampaikan Evita melalui Media Konsumen. Ia berharap BRI segera memberikan penjelasan sekaligus memperbaiki catatan tagihan yang muncul di akunnya.
Semua Tagihan Sudah Lunas
Evita mengatakan sejak 20 Juli 2026, aplikasi Ceria miliknya sudah tidak dapat digunakan.
Sebelumnya, ia memastikan seluruh kewajiban pembayaran telah diselesaikan. Tidak ada transaksi yang tercatat sebagai tunggakan.
Namun belakangan muncul tagihan baru sebesar Rp86.164.
"Saya tidak pernah melakukan transaksi tersebut. Sejak tanggal 20 Juli, aplikasi Ceria saya sudah tidak bisa dipergunakan lagi. Terakhir, saya sudah melunasi seluruh tagihan saya," ungkap Evita.
Ia juga menyebut limit Ceria miliknya masih dalam kondisi penuh alias tidak digunakan.
Keanehan lainnya, transaksi senilai Rp86.164 tersebut juga tidak ditemukan dalam riwayat transaksi aplikasi.
Tagihan Ada, Transaksi Tak Terlihat
Persoalan semakin membingungkan karena menurut Evita, aplikasi Ceria tidak menunjukkan adanya transaksi yang belum dibayar.
Seluruh tagihan sebelumnya disebut sudah berstatus lunas.
"Di aplikasi Ceria tidak ada transaksi yang pembayarannya tertunggak, semua sudah lunas. Tapi kenapa bisa muncul tagihan tersebut dengan limit saya yang full tidak terpakai?" keluhnya.
Evita mengaku telah beberapa kali menghubungi call center BRI untuk meminta penjelasan.
Dari komunikasi tersebut, ia mendapat informasi bahwa billing atau rincian tagihan telah dikirimkan melalui email.
Masalahnya, billing yang dimaksud tidak pernah diterima.
Yang justru masuk ke emailnya adalah peringatan mengenai tagihan tersebut.
Khawatir Pengaruhi Kolektibilitas
Evita mengaku keberatan jika tagihan tersebut dianggap sebagai kewajiban yang harus dibayar sebelum ada kejelasan mengenai asal-usul transaksi.
Ia khawatir persoalan tersebut justru membuat catatan pembayaran atau kolektibilitasnya menjadi bermasalah.
"Saya mohon pihak Bank BRI segera menyelesaikan masalah saya, agar kolektibilitas saya tidak menunggak," katanya.
Evita menegaskan tidak ingin melakukan pembayaran terhadap tagihan yang menurutnya tidak pernah dibuat.
"Sebelum saya tahu itu tagihan apa, saya tidak akan membayarnya," tegasnya.
Minta BRI Beri Penjelasan
Nasabah berharap BRI dapat segera melakukan pengecekan terhadap sistem Ceria dan menjelaskan asal tagihan Rp86.164 tersebut.
Selain memastikan apakah benar terdapat transaksi yang menghasilkan tagihan, BRI juga diharapkan memberikan rincian billing yang sebelumnya disebut telah dikirimkan kepada nasabah.
Kejelasan tersebut penting agar nasabah tidak dirugikan akibat munculnya tagihan yang tidak dikenali, sekaligus memastikan status pembayaran dan catatan kredit nasabah tetap sesuai kondisi sebenarnya.
Hingga keluhan tersebut disampaikan, Evita masih menunggu penyelesaian dari pihak BRI.
Catatan: Artikel ini berdasarkan keluhan yang disampaikan nasabah. Klaim mengenai munculnya tagihan yang tidak dikenali masih merupakan keterangan dari pihak nasabah dan perlu diklarifikasi kepada BRI.