Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Rekening Purnawirawan TNI Dikuras Rp273 Juta, Dua Rekening MNC Bank Jadi Sorotan

Sabila JP•
Nasional

Ilustrasi-PT MNC Bank Internasional Tbk. (Foto: Dok. MNC Bank)

Suarapantura.com - Telepon yang mengatasnamakan ASABRI berujung petaka bagi Letkol (Purn) Suwito (61). Dalam hitungan jam, dana ratusan juta rupiah di rekeningnya dilaporkan berpindah tanpa persetujuan.

Totalnya mencapai Rp273 juta.

Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya melalui Laporan Polisi Nomor STTLP/B/7168/IX/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 25 September 2026.

Namun ada satu titik yang kini menjadi perhatian: ke mana uang Rp273 juta itu mengalir setelah keluar dari rekening korban?

Dua rekening tujuan yang disebut dalam laporan berada di MNC Bank.

Dari Telepon Mengaku ASABRI, Berujung Transaksi Rp273 Juta

Menurut keterangan Suwito, peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika dirinya menerima telepon dari nomor 088748557099.

Penelepon mengaku sebagai pihak ASABRI dan menyampaikan adanya pembaruan sistem atau aplikasi layanan yang disebut “ASABRI Star”.

Suwito kemudian diarahkan membuka Google Chrome dan mengakses situs asabri.online.

Dari situs tersebut, ia diminta mengunduh file asabri.apk, kemudian mengikuti sejumlah tahapan verifikasi data dan pemindaian wajah.

Proses tersebut, menurut korban, awalnya terlihat seperti prosedur resmi pembaruan layanan.

Masalah muncul setelah proses selesai.

Aktivitas transaksi terjadi tanpa persetujuan Suwito.

Rp270 Juta Masuk, Rp273 Juta Keluar

Dalam rangkaian transaksi yang dilaporkan, rekening BCA Suwito sebelumnya menerima dana Rp270 juta dari pihak yang tercantum sebagai PT Rainbow Asia Posters.

Ketika Suwito hendak menggunakan dana tersebut, saldo rekening ternyata sudah berkurang.

Dari data transaksi yang diperolehnya, dana telah dipindahkan melalui MyBCA ke dua rekening di MNC Bank.

Rinciannya:

  • Rp100 juta ke rekening atas nama SUPARTIK

  • Rp173 juta ke rekening atas nama SARTIK

Totalnya mencapai Rp273 juta.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Dalam pemberitaan yang memuat keterangan Suwito, setiap transaksi juga disebut dikenai biaya Rp2.500.

Suwito menyatakan tidak pernah memberikan persetujuan atas pemindahan dana tersebut.

Di titik inilah persoalannya berubah.

Ini bukan lagi sekadar soal bagaimana korban tertipu melalui aplikasi, tetapi juga soal bagaimana aliran dana dapat ditelusuri setelah masuk ke rekening tujuan.

Dua Rekening MNC Bank Jadi Titik Penting

Suwito telah membuat pengaduan ke MNC Bank pada 28 September 2026. Dalam pengaduan tersebut, ia meminta agar dana yang disebut berada pada rekening atas nama Supartik dan Sartik dapat diamankan sesuai kewenangan dan prosedur bank.

Permintaan tersebut juga berkaitan dengan upaya fund tracing.

Sebab uang hasil penipuan digital dapat berpindah dengan cepat dari satu rekening ke rekening lainnya.

OJK melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menjelaskan bahwa penanganan scam memang mencakup upaya penundaan transaksi, pemblokiran rekening, identifikasi pihak terkait, serta penelusuran aliran dana. Jika dana mengalir ke lembaga keuangan lain, penanganan dapat diteruskan secara berantai.

Artinya, semakin cepat laporan masuk, semakin besar peluang untuk mengamankan sisa dana yang masih berada dalam jaringan rekening terkait.

Namun IASC juga menegaskan bahwa pelaporan tidak menjamin dana pasti kembali. Keberhasilan penyelamatan sangat bergantung pada seberapa cepat dana dapat diamankan sebelum dipindahkan kembali.

MNC Bank Diharapkan Telusuri Jejak Dana

Dalam kasus Suwito, perhatian kini tertuju pada dua rekening MNC Bank yang disebut menjadi tujuan transfer.

Pertanyaan yang perlu dijawab bukan hanya apakah rekening tersebut masih aktif.

Tetapi:

Apakah masih ada saldo dari dana yang dilaporkan korban?

Apakah dana Rp100 juta dan Rp173 juta masih berada di rekening tersebut?

Jika sudah berpindah, ke rekening mana?

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Kapan perpindahan berikutnya terjadi?

Dan apakah pola transaksi tersebut dapat mengarah kepada rekening lain yang berkaitan?

Semua pertanyaan tersebut pada akhirnya harus dijawab melalui data transaksi dan proses investigasi yang berwenang.

Dari sisi korban, yang dibutuhkan adalah kecepatan.

Sementara dari sisi bank, setiap tindakan terhadap rekening nasabah tetap harus dilakukan berdasarkan kewenangan, bukti, dan prosedur yang berlaku.

Karena itu, permintaan pemblokiran atau penundaan transaksi bukan berarti menetapkan pemilik rekening sebagai pelaku.

Pemilik rekening tujuan juga belum dapat dinyatakan terlibat dalam tindak pidana hanya berdasarkan adanya dana masuk.

Yang perlu dibongkar adalah siapa yang mengendalikan rangkaian transaksi dan ke mana dana tersebut akhirnya bergerak.

Polisi Punya Titik Awal untuk Membongkar Modus

Laporan polisi yang telah dibuat Suwito memberikan titik awal bagi penyelidikan.

Ada sejumlah jejak digital yang dapat ditelusuri, mulai dari nomor telepon yang digunakan untuk menghubungi korban, situs asabri.online, file asabri.apk, hingga aktivitas transaksi melalui MyBCA.

Kemudian terdapat dua rekening penerima pertama di MNC Bank.

Jika dana tersebut sudah berpindah lagi, rekening berikutnya juga menjadi bagian dari rantai yang harus ditelusuri.

Dengan demikian, perkara ini setidaknya memiliki beberapa lapisan:

telepon → situs → APK → data korban → akses transaksi → rekening BCA → rekening MNC Bank → rekening berikutnya.

Masing-masing meninggalkan jejak yang berbeda.

Situs Mengatasnamakan ASABRI

Modus tersebut juga menunjukkan bagaimana nama institusi yang dipercaya dapat digunakan sebagai pintu masuk penipuan.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Suwito mengaku diarahkan ke asabri.online dan diminta mengunduh APK.

Masyarakat perlu berhati-hati karena nama lembaga yang dicatut tidak otomatis membuat sebuah situs atau aplikasi menjadi resmi.

Untuk memastikan kanal resmi, pengguna sebaiknya melakukan verifikasi melalui kanal resmi lembaga terkait dan tidak sembarangan menginstal APK yang dikirim melalui tautan atau situs yang tidak terverifikasi.

Dalam kasus seperti ini, permintaan pemindaian wajah juga perlu diperhatikan karena data biometrik merupakan informasi sensitif yang tidak semestinya diberikan kepada aplikasi yang asal-usulnya tidak jelas.

IASC: Kecepatan Bisa Menentukan

Kasus Suwito terjadi di tengah tingginya volume laporan penipuan transaksi keuangan di Indonesia.

OJK mencatat bahwa sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 31 Agustus 2026, pusat penanganan scam tersebut telah menerima 668.441 laporan. Sebanyak 1.276.688 rekening telah dilaporkan dan diverifikasi, sementara 659.419 rekening telah diblokir.

Angka tersebut menunjukkan bahwa penanganan rekening yang diduga berkaitan dengan scam memang menjadi bagian penting dalam sistem respons penipuan transaksi keuangan.

Dalam kasus Suwito, jalurnya pun telah ditempuh: laporan polisi, pengaduan perbankan, serta pengaduan kepada OJK dan IASC.

Kini pertanyaan besarnya tinggal satu:

Ke mana sebenarnya Rp273 juta itu bergerak?

Apakah sebagian dana masih dapat diamankan?

Apakah dua rekening MNC Bank tersebut hanya menjadi titik pertama?

Atau uang tersebut telah berpindah melalui beberapa rekening lain?

Jawabannya membutuhkan fund tracing berbasis data transaksi.

Sampai ada hasil penyelidikan atau keterangan resmi dari pihak terkait, keterlibatan pemilik rekening penerima maupun pihak lainnya tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan laporan korban.

Yang sudah dilaporkan adalah adanya dugaan transaksi tanpa persetujuan dan aliran dana Rp273 juta ke dua rekening MNC Bank.

Kini publik menunggu satu hal: seberapa cepat jejak uang itu dapat dibuka dan apakah masih ada dana yang bisa diselamatkan.

Tags:
#Suwito#MNC Bank#TNI#Asabri
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…