Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Jokowi Diprediksi Bakal Hantam Prabowo secara Terbuka, MBG Terancam Jadi Sasaran Kritik

Sabila JP•
Nasional

Presiden Joko Widodo. (Foto: mediakepri)

Suarapantura.com - Persaingan pengaruh antara Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diprediksi bisa bergeser dari manuver politik menjadi pertarungan terbuka. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo, bahkan disebut berpotensi menjadi sasaran kritik jika ketegangan kedua tokoh semakin meruncing.

Prediksi tersebut dilontarkan sosiolog sekaligus Associate Professor Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Prof. Sulfikar Amir, Ph.D., dalam siniar di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP yang tayang Selasa (13/10/2026).

Sulfikar menilai, dinamika politik belakangan ini membuka ruang bagi persaingan yang lebih tajam antara Jokowi dan Prabowo. Ia memperkirakan, suatu saat Jokowi akan menyampaikan kritik secara langsung terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Itu sudah pasti, dan saya kira akan ada suatu masa di mana Jokowi akan menyerang Prabowo secara terbuka,” kata Sulfikar saat menanggapi pertanyaan Abraham Samad mengenai manuver politik Jokowi.

Pernyataan itu menempatkan hubungan kedua tokoh dalam sorotan. Namun, yang perlu digarisbawahi, prediksi tersebut merupakan analisis Sulfikar, bukan pengumuman rencana dari Jokowi sendiri.

MBG Berpotensi Jadi Titik Serang

Salah satu program yang diperkirakan Sulfikar berpotensi masuk dalam pusaran kritik adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan pemerintahan Prabowo ini menyangkut anggaran besar, pelaksanaan di lapangan, serta target pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Menurut Sulfikar, jika persaingan politik keduanya berkembang menjadi konfrontasi terbuka, kebijakan pemerintah dapat menjadi sasaran kritik. Ia bahkan memperkirakan Jokowi kelak bisa mempertanyakan hasil kepemimpinan Prabowo.

“Akan ada satu masa di mana dia (Jokowi) akan mengatakan bahwa kepemimpinan Prabowo itu cuma menghasilkan masalah,” ungkapnya.

Sulfikar juga menyinggung kemungkinan kritik terhadap MBG.

“Program MBG (akan dinilai) sangat tidak realistis, buang-buang duit, dan sebagainya,” tambahnya.

Pernyataan itu bukan bukti bahwa Jokowi telah menilai MBG sebagai program yang gagal atau pemborosan. Itu merupakan gambaran kritik yang diprediksi Sulfikar mungkin muncul apabila persaingan politik kedua tokoh semakin terbuka.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Meski begitu, MBG memang menjadi salah satu kebijakan yang hasil pelaksanaannya akan terus menjadi perhatian publik. Perdebatan mengenai program tersebut semestinya bertumpu pada data anggaran, kualitas pelaksanaan, ketepatan sasaran, dan manfaat yang benar-benar diterima masyarakat.

Safari Jokowi dan Reshuffle Jadi Sorotan

Sulfikar mengaitkan prediksinya dengan sejumlah perkembangan politik, termasuk aktivitas Jokowi bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan perombakan kabinet atau reshuffle.

Menurut dia, dinamika tersebut perlu dibaca dalam konteks persaingan pengaruh dan sumber daya politik. Prabowo memang memegang kekuasaan formal sebagai presiden, tetapi Sulfikar menilai pengaruh Jokowi masih menjadi faktor yang patut diperhitungkan dalam politik nasional.

Hubungan kedua tokoh kembali menjadi bahan pembicaraan di tengah berbagai perkembangan politik belakangan ini. Namun, aktivitas politik Jokowi bersama PSI maupun perubahan susunan kabinet tidak dengan sendirinya membuktikan adanya rencana untuk menyerang pemerintahan Prabowo.

Sampai saat ini, dalam informasi yang menjadi dasar pemberitaan tersebut, belum ada pernyataan langsung Jokowi yang mengonfirmasi prediksi akan melontarkan serangan terbuka terhadap Prabowo.

5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, Data Pribadi dan Riwayat Belanja Ikut Terdampak
Baca Juga · Nasional
5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, Data Pribadi dan Riwayat Belanja Ikut Terdampak

Karena itu, analisis Sulfikar perlu ditempatkan sebagai pembacaan atas kemungkinan arah politik, bukan kepastian bahwa konflik terbuka pasti terjadi.

Jangan Sampai Persaingan Elite Menutupi Persoalan Rakyat

Di tengah spekulasi mengenai hubungan Jokowi dan Prabowo, Sulfikar mengingatkan masyarakat serta kalangan intelektual agar tidak terjebak hanya pada dinamika dua tokoh politik tersebut.

Ia mendorong publik memperluas perhatian pada persoalan struktural yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama ekonomi dan pendidikan.

Pesan ini menjadi penting karena perdebatan elite tidak boleh menggeser perhatian dari hasil kebijakan pemerintah. Baik MBG maupun program lainnya tetap perlu dinilai berdasarkan pelaksanaan, manfaat, penggunaan anggaran, dan dampaknya bagi masyarakat.

Jika kelak muncul kritik terbuka terhadap pemerintahan Prabowo, publik perlu menguji substansinya melalui bukti dan data, bukan semata-mata melihat siapa yang melontarkannya atau siapa yang menjadi sasaran.

Prediksi konflik Jokowi–Prabowo boleh menjadi perhatian politik, tetapi ukuran utama sebuah kebijakan tetaplah hasilnya bagi rakyat. Apakah MBG efektif, anggarannya dikelola secara akuntabel, dan manfaatnya tepat sasaran merupakan pertanyaan yang layak dijawab melalui evaluasi nyata, terlepas dari siapa yang melontarkan kritik.

Tags:
#Jokowi#prabowo subianto#Sulfikar Amir#MBG
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…