Suarapantura.com - Ketua Umum Posraya Indonesia, Jepri, membantah dugaan yang mengaitkan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dengan gerakan Roy Suryo dalam polemik dugaan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Jepri menegaskan, tudingan yang menghubungkan Dasco dengan gerakan tersebut tidak seharusnya disampaikan sebagai fakta tanpa disertai bukti yang jelas. Ia meminta pihak-pihak yang melontarkan tuduhan agar menunjukkan dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau ada tudingan bahwa Pak Dasco berada di belakang gerakan Roy Suryo, tentu harus ada dasar dan buktinya. Jangan sampai kita menyampaikan sesuatu tanpa bukti yang jelas,” kata Jepri belum lama ini.
Menurut Jepri, berbagai informasi yang beredar di ruang publik, terutama yang menyangkut tokoh politik dan kelompok relawan, perlu disikapi secara hati-hati. Ia mengingatkan agar informasi yang belum terverifikasi tidak memicu prasangka ataupun memperkeruh hubungan antarelemen masyarakat.
“Jangan asal bicara dan menuduh seseorang tanpa ada bukti. Jangan juga segala sesuatu dikait-kaitkan tanpa dasar yang jelas. Hal seperti itu tidak baik bagi persatuan bangsa kita,” ujarnya.
Jepri juga menilai, dugaan keterkaitan Dasco dengan gerakan Roy Suryo dalam polemik ijazah Jokowi perlu dijelaskan berdasarkan fakta yang dapat diuji. Menurutnya, setiap tuduhan harus memiliki landasan yang jelas sebelum disampaikan kepada publik.
“Mengaitkan soal gerakan Roy Suryo dengan Pak Dasco tentu harus jelas atas dasar apa dan apa buktinya. Kalau memang ada bukti, silakan disampaikan dan diuji secara terbuka,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jepri yang memimpin Posraya Indonesia, organisasi relawan yang dikenal mendukung Jokowi, mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Ia menekankan pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya agar masyarakat memperoleh gambaran persoalan secara menyeluruh.
“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Setiap informasi perlu dicek kebenarannya agar kita mendapatkan gambaran yang menyeluruh dan utuh. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru menimbulkan perpecahan,” tandas Jepri.