Suarapantura.com - Tudingan keterlibatan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam bisnis judi di Kamboja yang dimuat Majalah Tempo pada April 2025 kembali menjadi perbincangan setelah sejumlah pihak menyampaikan bantahan dan menyebut tudingan itu tidak didukung bukti.
Tempo dalam edisi 7-13 April 2025 yang berjudul "Tentakel Judi Kamboja" menyebut nama Dasco mencuat dalam laporan mengenai pengusaha dan politikus Indonesia yang berbisnis kasino di Kamboja. Laporan itu menyoroti praktik perjudian di kota Sihanoukville dan Poipet yang menyasar pemain dari Indonesia.
Sebagai dasar laporannya, Tempo yang dikutip Fakta.com merujuk laporan tahunan 2022 PT MNC Digital Entertainment Tbk yang menuliskan riwayat kerja komisaris utama saat itu, Sufmi Dasco, pernah memiliki pengalaman bisnis di Golden Oasis Entertainment Co Ltd dan Golden Oasis Real Estate di Kamboja. Golden Oasis Entertainment Ltd merupakan pengelola Trimulia Casino di Sihanoukville. Tempo juga menyebut informasi keterkaitan itu dibenarkan seorang pejabat di Kabinet Merah Putih.
Bantahan datang dari berbagai pihak. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan tidak yakin Dasco terlibat dalam bisnis judi online di Kamboja. "Saya enggak yakin," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada 9 April 2025, seperti dikutip sejumlah media.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman dalam tulisan opininya di KoranKota menilai laporan Tempo dibangun dengan insinuasi dan tidak menunjukkan bukti dokumen, foto, maupun keterangan saksi mengenai peran Dasco. Menurut dia, Tempo hanya menuliskan bahwa nama Dasco "ikut mencuat" tanpa menjelaskan perannya sebagai pemilik, pemegang saham, atau peran lainnya.
Simpul Aktivis Angkatan 1998 (SIAGA 98) juga menyatakan tudingan tersebut sebagai fitnah politik. Koordinator SIAGA 98 Hasanuddin mengatakan tidak ada bukti hukum yang menunjukkan Dasco terkait bisnis judi online, dan menyebut nama Dasco tidak tercantum dalam rilis PPATK terkait aliran dana judi online maupun dalam bagan Konsorsium 303 yang pernah beredar.
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Bimantoro Wiyono menyayangkan pemberitaan tersebut dan mengingatkan agar kebebasan pers dijalankan secara bertanggung jawab tanpa menyebarkan informasi insinuatif atau mencampuradukkan fakta dan opini. Sementara itu, seorang narasumber yang dikutip Validnews menilai tudingan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum, mengingat perjudian merupakan aktivitas legal di Kamboja.
Tempo disebut telah mengirimkan permohonan wawancara kepada Dasco pada 9 April 2025, namun hingga pemberitaan ditulis Dasco belum memberikan respons. Hingga kini, tudingan tersebut tetap berstatus tudingan yang dibantah dan belum didukung bukti yang dipublikasikan.
Sumber: Tempo, KoranKota, Fakta.com, RMOL Banten, Kabariku, Kredonews, Validnews.