Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Reshuffle Jilid VIII Bikin Peta Calon Panglima TNI Berubah! Tandyo Naik KSAD, Maruli Pindah ke Wapang

Sabila JP•
Nasional

ilustrasi pelantikan. Sumber: merahputih

Suarapantura.com - Reshuffle Kabinet Jilid VIII yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar pertukaran jabatan dua jenderal bintang empat TNI Angkatan Darat. Penunjukan Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI memunculkan pertanyaan besar: apakah Prabowo sedang menata peta calon Panglima TNI berikutnya?

Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026) sore. Tandyo yang sebelumnya menjabat Wakil Panglima TNI sejak 10 Agustus 2025 kini menduduki kursi KSAD. Sementara itu, Maruli yang memimpin TNI AD sejak November 2023 bergeser menjadi Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT).

Pertukaran ini langsung menyita perhatian karena mengubah posisi keduanya dalam peta persyaratan calon Panglima TNI. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi bahwa reshuffle tersebut merupakan langkah untuk mengganti Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Tandyo Kini Masuk Bursa, Maruli Tetap Memenuhi Syarat

Berdasarkan ketentuan Pasal 13 UU TNI sebagaimana diubah melalui UU Nomor 3 Tahun 2025, Panglima TNI berasal dari perwira tinggi aktif bintang empat yang sedang atau pernah menjabat sebagai kepala staf angkatan.

Sebelum menjadi KSAD, Tandyo belum pernah menduduki jabatan kepala staf angkatan. Kini, setelah dilantik sebagai pimpinan tertinggi TNI AD, ia memenuhi kriteria tersebut.

Di sisi lain, Maruli juga tetap memenuhi persyaratan karena pernah menjabat KSAD. Dengan konfigurasi baru ini, Angkatan Darat memiliki dua jenderal yang memenuhi kriteria untuk dipertimbangkan sebagai calon Panglima TNI.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menilai pertukaran jabatan tersebut bisa saja berkaitan dengan dinamika kepemimpinan TNI ke depan, meski belum tentu menjadi sinyal pergantian Panglima.

“Bisa sinyal, bisa tidak. Ya, nanti kita tunggulah dua bulan ke depan,” ujar TB Hasanuddin.

Ia mengingatkan bahwa penentuan Panglima TNI merupakan hak prerogatif Presiden dengan mekanisme persetujuan DPR sesuai ketentuan perundang-undangan.

Tandyo sendiri memilih tidak berspekulasi ketika ditanya mengenai peluangnya menjadi Panglima TNI. “Itu domain Presiden,” katanya.

Siapa Tandyo dan Maruli?

Tandyo Budi Revita lahir di Surakarta pada 21 Februari 1969. Lulusan Akademi Militer 1991 dari kecabangan Infanteri itu memiliki pengalaman di bidang komando dan staf.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Kariernya antara lain mencakup Danbrigif Linud 17/Kujang I, Pangdam IV/Diponegoro pada 2023–2024, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, hingga Wakil Panglima TNI. Ia juga pernah bertugas di Kementerian Pertahanan, termasuk sebagai Kepala Badiklat serta Direktur Bela Negara dan Direktur Kerja Sama Pertahanan.

Setelah dilantik menjadi KSAD, Tandyo menyatakan akan mempercepat pelaksanaan program strategis pemerintah yang melibatkan TNI AD. Prioritas yang disebutnya meliputi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, ketahanan pangan, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, Maruli Simanjuntak lahir pada 27 Februari 1970 dan merupakan lulusan Akademi Militer 1992 dari kecabangan Infanteri dengan latar belakang Kopassus. Ia pernah menjabat Komandan Paspampres, Pangdam IX/Udayana, Pangkostrad, sebelum dipercaya menjadi KSAD.

Maruli juga dikenal sebagai menantu Luhut Binsar Pandjaitan. Berdasarkan LHKPN yang dirujuk dalam pemberitaan, kekayaannya dilaporkan sekitar Rp81,1 miliar setelah dikurangi utang.

Kini, selain menjalankan tugas sebagai Wakil Panglima TNI, Maruli mendapat tanggung jawab di BNPPDT. Ia menyatakan akan mendukung tugas Panglima TNI sekaligus memperkuat pengelolaan kawasan perbatasan dan daerah terpencil, termasuk melalui optimalisasi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan dan dukungan TNI Angkatan Udara.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Maruli Digeser, Perbatasan Jadi Sorotan

Penempatan Maruli di BNPPDT juga memunculkan perhatian tersendiri. Pengelolaan wilayah perbatasan dan daerah terpencil membutuhkan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, serta unsur TNI.

Dengan pengalaman Maruli di berbagai jabatan komando, pemerintah tampaknya ingin memperkuat pelaksanaan tugas di kawasan yang memiliki tantangan geografis dan keamanan tersendiri. Namun, belum ada keterangan resmi yang menyebut penugasan tersebut secara langsung berkaitan dengan persiapan pergantian Panglima TNI.

Selain Tandyo dan Maruli, reshuffle kali ini juga mencakup sejumlah pejabat lain. Di antaranya Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB menggantikan Suharyanto, dua Wakil Menteri Pertahanan, Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet, serta pejabat di Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove.

Sinyal Regenerasi atau Penataan Organisasi?

Pertukaran Tandyo dan Maruli dapat dibaca sebagai penataan organisasi sekaligus perubahan konfigurasi calon pemimpin TNI ke depan. Tandyo kini memiliki pengalaman sebagai kepala staf angkatan, sedangkan Maruli membawa rekam jejak sebagai mantan KSAD dan pejabat komando strategis.

Meski demikian, menyimpulkan bahwa reshuffle ini merupakan langkah pasti untuk mengganti Agus Subiyanto masih terlalu dini. Belum ada konfirmasi resmi dari Presiden maupun pemerintah mengenai rencana pergantian Panglima TNI.

Yang jelas, keputusan Prabowo membuat dua jenderal AD tersebut sama-sama memenuhi persyaratan untuk dipertimbangkan sebagai calon Panglima TNI. Dinamika berikutnya akan bergantung pada keputusan Presiden dan mekanisme konstitusional yang berlaku.

Dua bulan ke depan, sebagaimana disinggung TB Hasanuddin, bisa menjadi periode yang menarik untuk mencermati arah kebijakan kepemimpinan TNI. Namun, sampai ada keputusan resmi, pertukaran jabatan ini belum bisa dipastikan sebagai sinyal pergantian Panglima.

Tags:
#reshuffle kabinet#Tandyo Budi Revita#Maruli Simanjuntak#KSAD#TNI AD
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…