Rully Setiawan Menyeberang dari Mandiri ke BTN, Publik Patut Mengawasi Kinerja dan Targetnya
Sabila JP•
Nasional
Rully Setiawan. Foto: Dok. Bank Mandiri
Suarapantura.com - Perjalanan karier Rully Setiawan di lingkungan perbankan milik negara menarik untuk dicermati. Pernah menduduki posisi strategis di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan perusahaan anaknya, PT Mandiri Utama Finance (MUF), Rully kini dipercaya mengisi kursi Direktur Network & Retail Funding PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.
Penunjukan tersebut menempatkan Rully pada posisi penting dalam pengelolaan jaringan dan pendanaan ritel BTN. Jabatan ini bukan sekadar posisi struktural, melainkan berkaitan dengan kemampuan bank memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat penghimpunan dana masyarakat.
Namun, rekam jejak jabatan seorang pejabat bank BUMN juga layak menjadi perhatian publik. Terlebih, BTN merupakan perusahaan terbuka milik negara yang mengelola dana masyarakat dan memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pembiayaan perumahan.
Berdasarkan profil resmi BTN, Rully dinyatakan efektif sebagai Direktur Network & Retail Funding sejak 25 Juli 2025 setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dari Regional CEO Mandiri hingga Corporate Secretary
Rully memulai karier di Bank Mandiri pada 2001 melalui Officer Development Program. Perjalanan panjangnya di bank tersebut membawanya menduduki sejumlah posisi, termasuk Regional CEO Bank Mandiri wilayah Bali dan Nusa Tenggara sejak 2018.
Pada 6 Maret 2020, Bank Mandiri menunjuk Rully sebagai Corporate Secretary menggantikan Rohan Hafas yang mendapat promosi menjadi Senior Executive Vice President Corporate Relation.
Dalam posisi tersebut, Rully bertanggung jawab mengelola strategi komunikasi perusahaan, kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, kepatuhan terhadap regulator, serta pengelolaan merek Bank Mandiri.
Jabatan Corporate Secretary memiliki posisi penting dalam tata kelola perusahaan karena menjadi salah satu penghubung antara perseroan, regulator, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya.
Berlanjut ke Mandiri Utama Finance
Setelah menjabat sebagai Group Head Corporate Secretary Bank Mandiri pada Maret hingga Oktober 2020, Rully melanjutkan karier di Mandiri Utama Finance.
Di perusahaan pembiayaan tersebut, ia menduduki beberapa posisi strategis. Mulai dari SEVP Business Captive, Direktur Finance & Business Relationship, hingga Direktur Finance & Risk Management.
Pada Januari hingga Maret 2025, Rully juga tercatat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama Mandiri Utama Finance.
Rangkaian jabatan itu memperlihatkan pengalaman Rully tidak hanya berada di bidang komunikasi korporasi, tetapi juga menyentuh aspek keuangan, hubungan bisnis, dan manajemen risiko perusahaan pembiayaan.
Dipercaya Mengelola Jaringan dan Pendanaan Ritel BTN
Pada RUPS Tahunan BTN tanggal 26 Maret 2025, Rully ditetapkan sebagai Direktur Network & Retail Funding. Pengangkatan tersebut kemudian efektif setelah proses penilaian kemampuan dan kepatutan OJK pada 25 Juli 2025.
Jabatan ini memiliki arti strategis bagi BTN. Pengelolaan jaringan berkaitan dengan jangkauan pelayanan bank, sementara pendanaan ritel berkaitan dengan upaya menghimpun dana dari masyarakat.
Karena itu, kinerja direktorat yang dipimpin Rully patut dilihat dari sejumlah aspek, antara lain pertumbuhan dana pihak ketiga, kualitas layanan jaringan kantor dan kanal distribusi, efisiensi operasional, serta kemampuan memperluas basis nasabah.
Publik juga berhak memperoleh informasi mengenai target dan pencapaian direktorat tersebut, mengingat BTN menjalankan fungsi sebagai bank milik negara sekaligus perusahaan terbuka.
Perpindahan Rully dari Bank Mandiri ke Mandiri Utama Finance, kemudian ke BTN, merupakan bagian dari perjalanan profesionalnya di sektor jasa keuangan. Riwayat tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya pelanggaran ataupun konflik kepentingan.
Namun, pengalaman panjang dan kepercayaan yang diberikan kepada seorang pejabat bank BUMN semestinya diikuti dengan pertanggungjawaban kinerja yang terukur.
Pertanyaan yang relevan bukan hanya bagaimana Rully memperoleh posisi strategis tersebut, melainkan bagaimana hasil kerjanya setelah dipercaya mengelola jaringan dan pendanaan ritel BTN.
Apakah perluasan jaringan BTN mampu meningkatkan kualitas layanan? Seberapa besar kontribusi direktorat yang dipimpinnya terhadap pertumbuhan dana masyarakat? Dan bagaimana strategi menjaga kepercayaan nasabah di tengah persaingan industri perbankan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk dijawab melalui data kinerja dan keterbukaan informasi perusahaan.
Sebab, jabatan strategis di bank milik negara bukan semata soal rekam jejak dan kepercayaan manajemen. Pada akhirnya, publik berhak menilai hasil kerja, tata kelola, dan manfaatnya bagi perusahaan serta masyarakat.