Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Pembunuh Rika Indriyeni Terancam 15 Tahun Penjara

Tim Suara Pantura 01•
Nasional

SuaraPantura.com - Kasus pembunuhan Rika Indriyeni sempat menghebohkan publik. Pasalnya, pelaku sengaja memakaikan seragam Pramuka ke jasad korban yang notabene bukan pelajar.

Ulah pelaku pembunuh yang memakaikan seragam pramuka ke jasad korban ini pun sempat mengecoh pihak kepolisian.

Namun akhirnya setelah satu bulan pendalaman dan pencarian, pelaku pembunuhan Rika Indriyeni terungkap.

Tersangka yang bernama Akrom Muzaki (26) ditangkap tim gabungan Polda Jateng dan Polres Pemalang pada Sabtu, 23 September kemarin.

Berdasarkan hasil penyelidikan petugas, tersangka dan korban berkenalan melalui media sosial.

Keduanya kemudian mengadakan janji bertemu untuk jalan-jalan dan kencan.

Pada saat bertemu tersangka menggunakan masker dan sepakat berjalan-jalan menggunakan motor korban.

Sampai di lokasi TKP, kirban meminta tersangka membuka maskernya.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Namun karena takut identitasnya terungkap karena berbeda dengan foto profilnya kemudian tersangka membekap korban hingga meninggal.

"Korban sempat berniat untuk melakukan perbuatan asusila pada korban, namun mengurungkan niatnya setelah melihat keadaan korban," kata Kapolres Pemalang.

Tersangka kemudian membawa jasad korban dengan posisi di bagian depan sepeda motor, lalu membuang jasad korban ke aliran sungai di area tambak Desa Blendung Ulujami Pemalang.

Atas perbuatannya, tersangka AM dikenakan pasal 338 KUHP tentang tindak pidana barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, atau pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan, terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sebelumnya, Mayat berseragam Pramuka yang ditemukan pada 22 Agustus lalu di sungai areal tambak Desa Blendung Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang menyisakan temuan janggal.

Pasalnya, sebuah mayat yang ditemukan dalam kondisi mengenakan seragam Pramuka dengan nomor Gudep tertempel pada baju Pramuka korban tertulis 27.05.208.

Nomor Gudep atau Gugus Depan Gugus dari sekolah SMA Negeri 1 Petarukan.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Meski begitu, pihak sekolah telah melakukan pendataan terkait kesiswaan dan tak ditemukan laporan adanya siswi yang hilang.

Dipastikan pula korban bukan pelajar sekolah tersebut. Korban merupakan seorang karyawan di salah satu RM Padang di daerah Sragi, Pekalongan.

Hal ini diketahui setelah proses hasil identifikasi dan autopsi pada Rabu, 23 Agustus dini hari diketahui bahwa mayat berseragam Pramuka tersebut bernama Rika Indriyani, 20 tahun warga dukuh Gombong RT 02/8 Desa Bulakpelem kecamatan Sragi kabupaten Pekalongan yang sebelumnya diberitakan hilang.

Korban merupakan anak ke-5 dari pasangan Danusri dan Wargono yang pada minggu sebelumnya tidak pulang kerumah usai bekerja.

Sebelumnya korban keluar rumah dengan mengenakan sepeda motor matic bernomor polisi G 4266 AQB.

Namun pada saat ditemukan jasad korban mengenakan seragam Pramuka serta tidak ditemukan kendaraan korban.

Awal mula jenazah mayat berseragam Pramuka itu dikenali adalah saat kakak korban mendatangi RSUD Dr M Ashari Pemalang, pada Selasa 22 Agustus dini hari.

5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, Data Pribadi dan Riwayat Belanja Ikut Terdampak
Baca Juga · Nasional
5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, Data Pribadi dan Riwayat Belanja Ikut Terdampak

Kakak korban, Kusmiati menuturkan meskipun wajah korban sulit dikenali namun dari anatomi jari tangan dan kaki serta barang bawaan korban, Ia meyakini bahwa mayat tersebut adalah adiknya yang bernama Rika Indriyani.

Rika sendiri diketahui meninggalkan rumah pada Minggu, 20 Agustus malam.

Kusmiati beberapa kali keluar masuk kamar jenazah dan memastikan bahwa itu memang benar adiknya.

Pihak keluarga sendiri merasa heran tatkala sang adik ditemukan dalam kondisi mengenakan seragam Pramuka padahal sang adik sudah tidak sekolah.

Seragam yang dikenakan korban aat pertama kali ditemukan diduga sengaja dikenakan pelaku pembunuhan untuk mengelabuhi petugas.

Saat mayat korban ditemukan, terdapat sarung berisi tiga batu besar yang diduga dijeratkan ke leher korban sebagai upaya penenggelaman jasad korban.***

Tags:
#pelaku pembunuhan#pekalongan#pemalang#mayat berseragam pramuka#rika indriyeni
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…