Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

AKUN MEDSOS Dini Sera Afrianti, Video Terakhir Menyiratkan Pesan Dirinya Akan Dibunuh

Tim Suara Pantura 01•
Nasional

SuaraPantura.com - Video terakhir yang diunggah Dini Sera Afrianti menjadi sorotan warganet.

Pasalnya video tersebut seolah menyiratkan pesan bahwa pacarnya ingin dibunuh pacarnya.

Dalam video terakhir yang diunggahnya melalui medsos Dini Sera Afrianti dengan akun tiktok @bebyandine, terungkap dini menuliskan pesan tersirat.

"Ceweknya mati-matian jaga hati buat cowoknya, eh cowoknya mati matian buat matiin cewknya," tulisnya melalui akun @bebyandine.

Sontak unggahan tersebut pun kini viral usai meninggalnya Dini.

Unggahan tersebut ditonton sebanyak 3,7 juta orang, mendapat like 113 ribu dan 3300 komentar.

"Beneran dimatiin cwoknya, emang kudu hati-hati kalo berkata," tulis akun @sukacu*".

"Definisi perkataan adalah doa," ungkap yang lain.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Kejadian penganiayaan terhadap Dini, terjadi pada Rabu dini hari, 4 Oktober lalu. Saat itu R dan pacarnya usai berkaraoke di Blackhole KTV Surabaya.

Kuasa hukum keluarga korban, Dimas Yemahura menjelaskan kronologi kejadian sebelum Dini dilaporkan meninggal dunia.

Dijelaskan oleh kuasa hukum korban, bahwa pada Selasa malam 3 Oktober , R dan teman-temannya mengajak Dini Sera Afrianti untuk mencari hiburan di sebuah klub malam.

Saat karaoke itulah kemudian terjadi perselisihan antara R dengan Dini Sera Afrianti.

Saat itu teman-temannya pulang terlebih dulu meninggalkan R dan Dini Sera Afrianti yang tengah cekcok.

Setelah itu diduga terjadi penganiayaan oleh R kepada korban sehingga korban.

Dijelaskan hingga korban tiba di basement, korban sudah dalam kondisi terkapar.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Bahkan korban diduga sempat dilindas oleh R.

"Bahkan si korban ini lengannya terinjak, ada bekas ban. Tangan sebelah kanan kalau nggak salah. Ada bekasnya kok," ungkap Dimas.

Setelahnya, R memasukan korban ke dalam bagasi mobilnya dan menuju apartemennya.

Sampai di apartemen, R menyadari bahwa korban sudah tidak bernafas kemudian dibantu pihak keamanan apartemen R membawa korban ke Rumah Sakit.

Sampai di Rumah Sakit, korban dinyatakan sudah meninggal, bahkan waktu kematian Andini sudah 30 hingga 45 menit sebelum sampai di RS

Tersangka Anak Anggota DPR

Setelahnya pun terungkap, tersangka penganiaya pacar di Surabaya hingga tewas merupakan Gregorius Ronald Tannur, putra anggota DPR RI Fraksi PKB, Edward Tannur.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Tersangka menganiaya pacarnya bernama Dini Sera Afrianti (27) hingga tewas di Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pasma Royce menyebutkan telah meningkatkan status Gregorius Ronald Tannur yang tadinya sebagai saksi menjadi Tersangka.

"Kami telah menetapkan status saksi GR, laki-laki, 31 tahun, tinggal di Pakuwon City, dari saksi kami tingkatkan menjadi tersangka," ungkapnya.

Ayahnya Bakal Disidang Kode Etik

Buntut dari ulah anaknya yang telah menganiaya pacar hingga tewas, sang ayah yang merupakan Anggota DPR RI dari fraksi PKB, Edward Tannur bakal menjalani sidang kode etik.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Imron Amin.

Menurutnya, pihaknya akan menggelar rapat internal untuk mendalami ada tidaknya pelanggaran kode etik yang dilakukan anggota Komisi IV DPR RI Edward Tannur terkait kasus penganiayaan oleh anaknya berinisial R terhadap korban Dini Sera Apriyanti (DSA).

Ia menyebut rapat internal tersebut akan digelar dalam waktu dekat sembari menunggu proses investigasi lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

" Kami juga menunggu perkembangan apakah ada pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh orangtua yang diduga pelaku dari penganiayaan tersebut sampai menghilangkan nyawa seseorang," terangnya.***

Tags:
#akun medsos#dibunuh#dini sera afrianti#ronald tannur#gregorius ronald tannur#dini sera afrianti perempuan asal sukabumi#gregorius ronald tannur anak siapa
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…