SuaraPantura.com - Nasib pilu dialami seorang ibu muda bernama Mukarromah (25) di Desa Panpajung, Modung, Bangkalan.
Pasalnya, Ia harus kehilangan nyawa bayinya saat melahirkan. Bahkan, kepala sang bayi terputus dan tertinggal di rahimnya.
Kejadian ini bermula srminggu yang lalu tepatnya pada Senin, 4 Maret dini hari.
Awalnya Mukarromah datang ke Puskesmas untuk meminta rujukan ke Rumah Sakit karena menurutnya bayinya Sungsang.
Namun oleh bidan Puskesmas setempat bernama Mega, dirinya dianjurkan melahirkan di Puskesmas mengingat saat itu sudah pembukaan empat.
Namun prose persalinan di Puskesmas tersebut tidak berjalan pancar.
Leher sang bayi terputus dan kepalanya masih tertinggal di dalam rahim sang ibu.
Pada akhirnya, sang ibu kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Glamour Husada, Bengloa, Tanjung Jati, Bangkalan.
Hal itu disebut untuk dilakukan tindakan operasi mengeluarkan kepala bayi yang tertinggal di dalam sang ibu.
Sementara itu, pihak keluarga disebut telah melaporkan bidan yang membantu persalinan Mukarromah ke pihak kepolisian.
"Saya pasrahkan sepenuhnya kepada polisi," ungkap Ibu kandung Mukarromah.
Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan Nur Hotiba kepada detikJatim saat dikonfirmasi, Senin 11 Maret menyebut bahwa tindakan bidan Mega bukan merupakan tindakan Malpraktek.
"Kami lakukan tindakan yang sudah dilakukan sesuai SOP sesuai prosedur, " ungkapnya.***