Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Update Pembentukan Danantara: Aset Tembus Rp16.476 Triliun, Belum Termasuk Stadion GBK

Tim Suara Pantura 01•
Nasional

SuaraPantura.com - Sedang hangat diperbincangkan sebagian publik Tanah Air terkait pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang resmi berdiri pada Februari 2025 lalu.

 

Sebelumnya diketahui, badan investasi Pemerintah RI itu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Terkini, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani mengungkap aset yang dikelola Danantara telah mencapai angka 982 miliar dolar atau sekitar Rp16.476 triliun.

 

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Rosan menyebut, angka itu belum termasuk pengelolaan investasi kawasan Gelora Bung Karno (GBK) yang nantinya juga akan dikonsolidasikan ke dalam portofolio Danantara.

 

Kemudian, Rosan menjelaskan Danantara diberi mandat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh direksi dan perusahaan turunan BUMN.

 

"Yang banyak disampaikan, sebenarnya sudah lebih dari 982 miliar dolar," tutur Rosan saat jumpa pers di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Senin, 28 April 2025.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

 

Dalam waktu dekat, kawasan GBK yang saat ini berada di bawah pengelolaan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) RI, asetnya juga akan dikelola Danantara.

 

Rosan menyebut, pengelolaan aset ini akan dilakukan dengan perencanaan yang matang, agar menghasilkan return yang optimal dan memenuhi standar benchmarking internasional.

 

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

"GBK dan seluruh lokasi yang ada di sini akan dimasukkan ke dalam danantara," terangnya.

 

CEO Danantara itu menuturkan, selain memperluas basis aset, Danantara juga berkomitmen penuh terhadap prinsip anti korupsi.

 

Rosan mengungkap pesan Presiden RI, Prabowo Subianto yang menuntut pihaknya agar tidak ada praktik korupsi dalam tubuh perusahaan.

 

"Tadi kita sudah sampaikan juga bahwa tidak boleh ada korupsi lagi, tidak boleh, maksudnya kita tidak ada toleransi sama sekali," tandasnya.***

Tags:
#rosan roeslani#aset#danantara
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…