Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Jokowi Ingin Buktikan Keaslian Ijazah, Ahli Digital Forensik Sempat Beberkan Analisis Data Harus Sesuai Ilmunya

Tim Suara Pantura 01•
Nasional

SuaraPantura.com - Ramai di media sosial (medsos) terkait kasus tudingan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

 

Sebelumnya, terdapat juga laporan terkait tudingan ijazah palsu Jokowi dari kelompok 'Pemuda Patriot Nusantara' ke Polres Metro Jakarta Pusat.

 

Sejumlah oknum tersebut antara lain, politikus, Roy Suryo, dr Tifauzia Tyassuma (dokter Tifa), Rismon Sianipar, dan Rizal Fadillah.

 

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Terkini, Jokowi bersama tim kuasa hukumnya telah mengajukan laporan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya.

 

Jokowi juga mengizinkan pihak penyidik Polda Metro Jaya untuk melakukan digital forensik demi membuktikan keaslian ijazahnya.

 

"Kalau diperlukan, ya silakan (digital forensik) yang jelas sudah kita bawa ke ranah hukum," tutur Jokowi kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, pada Rabu, 30 April 2025.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

 

Berkaca dari hal itu, sebelumnya, Ahli Digital Forensik, Rismon Hasiholan Sianipar yang turut dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat terkait kasus ini tampil di hadapan publik.

 

Rismon sempat menjelaskan terkait cara analisis dalam uji keaslian data, seraya menyebut sebuah kajian ilmiah harus dilawan dengan kajian ilmiah.

 

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Ahli Digital Forensik itu menganalisis dokumen, foto, video dan audio memang sesuai ilmu yang dimilikinya.

 

"Ada ilmunya, pertama, fake document analys, fake audio analys, fake image analys, fake video analys," tutur Rismon dalam program televisi 'Rakyat Bersuara' sebagaimana dilansir dari YouTube Official iNews yang tayang pada Selasa, 29 April 2025.

 

"Itu dalam ruang akademik kalau hasilnya tidak disukai orang jangan merasa gak suka ini kajian ilmiah harus dilawan dengan kajian ilmiah," tungkasnya.***

Tags:
#ijazah palsu#jokowi
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…