Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Ramai Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke TNI, Pengamat Justru Sebut Kebijakan Gubernur Jabar Itu Belum Jelas

Tim Suara Pantura 01•
Nasional

SuaraPantura.com - Sedang ramai diperbincangkan terkait rencana kebijakan siswa kategori 'nakal' di Jawa Barat (Jabar) yang akan dikirim ke barak militer Tentara Nasional Indonesia (TNI).

 

Sebelumnya diketahui, Dedi mengungkap mulai adanya pengiriman siswa nakal ke barak militer di wilayah Kabupaten Purwakarta, Jabar.

 

Melalui Instagram pribadinya @dedimulyadi71 yang diposting pada Kamis, 1 Mei 2025, Dedi menyebut siswa-siswa yang masuk kategori nakal itu telah diizinkan oleh orang tuanya untuk mendapatkan pendidikan selama 6 bulan di barak militer.

 

Terkini, terdapat kritikan tajam terhadap kebijakan Gubernur Jabar itu yang diutarakan oleh pengamat sekaligus Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

 

Dalam kesempatan berbeda, Salim mempertanyakan arah kebijakan Dedi yang mengirimkan siswa nakal ke barak TNI.

 

"Konsepnya belum jelas ini, militer atau pembinaan kesadaran bela negara, atau sekadar pelatihan," sebut Salim sebagaimana dilansir dari program Dua Sisi TVOne yang tayang pada Kamis, 1 Mei 2025.

 

Salim menilai, jika hanya sekadar program pelatihan itu sudah pernah dirasakan oleh mayoritas para alumni di jenjang pendidikan SMA maupun SMP.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

 

"Kalau hanya sekadar pelatihan, ini sudah sering dirasakan oleh alumni SMA, SMP, sering LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa)," ungkapnya.

 

Koordinator Nasional P2G itu juga mengaku sering mengikuti LDKS yang programnya tidak sampai 6 bulan.

 

"Saya juga sering dulu ikut LDKS, itu programnya tidak sampai 6 bulan apalagi setahun," tutur Salim.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

 

"Itu efektif untuk belajar baris-berbaris, belajar wawasan kebangsaan," sambungnya.

 

Kemudian, Salim mempertanyakan kurikulum sekolah yang dinilai akan ditinggalkan oleh para siswa nakal yang dikirimkan Dedi ke barak militer selama 6 bulan.

 

"Kalau itu sampai 6 bulan, nanti kurikulum pendidikannya bagaimana? ini yang jadi pertanyaan besar," tungkasnya.***

Tags:
#dedy mulyadi#siswa nakal#p2g
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…