Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Soal Proyek Baterai Listrik Terintegrasi, Bahlil Sebut Indonesia Unggul SDA dan China di Bagian Teknologi

Tim Suara Pantura 02•
Nasional

SuaraPantura.com - Indonesia melakukan kerja sama dengan China untuk proyek baterai listrik terintegrasi.

Proyek ini memiliki nilai total investasi hingga 5,9 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp95,43 triliun

Perusahaan Indonesia dan China yang langsung terjun menggarap proyek ini adalah ANTAM, konsorsium baterai BUMN Indonesia Battery Corporation (IBC), dan juga konsorsium perusahaan China CATL, Brunp, dan Lygend (CBL).

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Kerja sama ini, menurut Bahlil adalah bentuk kolaborasi untuk dua negara dengan saling melengkapi.

“Proyek ini sesungguhnya adalah gagasan awal yang muncul untuk kita melakukan kolaborasi antara negara yang punya sumber daya alam dengan negara yang punya teknologi dan market,” ujar Bahlil saat memberikan sambutan dalam peresmian groundbreaking proyek ini di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu, 29 Juni 2025.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Ia kemudian mengatakan bahwa Indonesia memiliki banyak sumber daya alam pembuatan baterai namun masih kurang untuk teknologi pengolahannya.

“Indonesia, itu betul dari bahan baterai, nikel, mangan, kobalt, dan lithium, yang kita tidak punya itu tinggal lithium tapi semua yang lain punya,” kata Bahlil.

5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, Data Pribadi dan Riwayat Belanja Ikut Terdampak
Baca Juga · Nasional
5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, Data Pribadi dan Riwayat Belanja Ikut Terdampak

“Teknologi memang belum terlalu kita miliki secara komprehensif, karena itu kita lakukan kerja sama dengan teman-teman dari China khususnya CATL,” imbuhnya.

Bahlil menerangkan bahwa CATL yang kini menjadi pemain baterai mobil terbesar di dunia berkolaborasi dengan Indonesia.

Sementara itu, proyek ini ditarget akan menghasilkan baterai listrik dengan kapasitas yang bisa mencapai maksimal 15 GWh dalam dua tahap, tahap pertama mencapai 6,9 GWh pada 2026.***

Tags:
#baterai kendaraan listrik#baterai listrik#menteri esdm#bahlil lahadalia#karawang
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…