Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Klaim Indonesia Nihil Terorisme Sejak 2023, Kapolri Sebut 8 Ribu Eks Anggota Jamaah Islamiyah Kembali ke Pangkuan NKRI

Tim Suara Pantura 02•
Nasional

SuaraPantura.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan sejumlah pencapaian Polri yang dinilai berhasil mewujudkan zero attack atau nihil serangan teroris di Indonesia sejak 2023 hingga Juni 2025.

Hal itu disampaikan Sigit dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-79 Bhayangkara Polri di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Selasa, 1 Juli 2025.

"Polri tetap tegas menjalankan preventive strike sehingga dunia meyakini Indonesia adalah negara aman karena berhasil mewujudkan zero attack sejak 2023 hingga juni 2025,” ujar Sigit.

Di hadapan Presiden RI, Prabowo Subianto yang juga hadir dalam perayaan tersebut, Kapolri menuturkan keberhasilan zero attack itu tidak lepas dari strategi Polri yang mengedepankan pendekatan lunak atau soft approach dalam penanggulangan terorisme.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Sigit menjelaskan, Polri menggencarkan program pembinaan terhadap eks narapidana terorisme (napiter), serta bersinergi dengan para tokoh agama dan masyarakat.

Terkait hal itu, Kapolri menyebut pihaknya telah berhasil mendorong deklarasi pembubaran oleh sekitar 8 ribu mantan anggota Jamaah Islamiyah.

"Terkait ancaman terorisme, Polri mengedepankan soft approach melalui deradikalisasi, pembinaan eks napiter, serta bersinergi dengan tokoh agama dan masyarakat sehingga berhasil mendorong deklarasi pembubaran oleh 8.015 eks anggota jamaah Islamiyah yang berikrar setia dan kembali ke pangkuan NKRI," sebut Sigit.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Kendati demikian, Sigit menegaskan Polri tetap menegaskan langkah-langkah pencegahan dengan operasi preventive strike terhadap jaringan teror.

Kapolri menambahkan, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan prasyarat utama pembangunan nasional.

Oleh sebab itu, Sigit mengklaim pihaknya terus berupaya hadir sebagai problem solver di tengah masyarakat, baik dalam penanganan konflik sosial hingga pencegahan ancaman terorisme.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

"Kami menyadari bahwa stabilitas kamtibmas adalah prasyarat pertama pembangunan. Oleh sebab itu Polri terus berkolaborasi untuk memitigasi bencana alam, menjadi problem solver dalam konflik sosial, serta menanggulangi ancaman terorisme sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat," tukasnya.***

 

Tags:
#jamaah islamiyah#teroris#listyo sigit prabowo#kapolri
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…