Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Usai Tekan ByteDance Tuk Lepas Aset TikTok di AS, Donald Trump Bakal Nego dengan China Pekan Depan

Tim Suara Pantura 02•
Nasional

SuaraPantura.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan pihaknya akan memulai pembicaraan dengan China pada awal pekan depan.

Dalam pernyataannya di pesawat kepresidenan Air Force One pada Jumat, 4 Juli 2025 waktu AS, Trump menyebut hal itu untuk mencapai kesepakatan terkait aset bisnis platform video pendek milik ByteDance, TikTok.

Trump menilai, Washington sudah hampir mencapai titik temu dalam rencana penjualan TikTok yang saat ini dimiliki perusahaan teknologi asal China itu.

"Saya kira kami akan mulai berbicara dengan China pada pekan depan, hari Senin atau Selasa," ujar Trump sebagaimana dilansir dari Reuters, pada Sabtu, 5 Juli 2025.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

"Mungkin dengan Presiden Xi atau salah satu wakilnya, tapi kami akan memiliki kesepakatan," imbuhnya.

Sebelumnya, AS memang telah menetapkan tenggat waktu hingga 17 September 2025 bagi ByteDance untuk melepaskan aset TikTok di Amerika Serikat.

Tekanan tersebut muncul di tengah kekhawatiran Trump terkait keamanan data pengguna AS dan ketegangan perdagangan antara kedua negara.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Menilik pada awal tahun 2025 lalu, AS diketahui sempat menyiapkan skema pembentukan perusahaan baru berbasis di Amerika Serikat untuk menjalankan TikTok.

Perihal itu, Trump mengatakan pembentukan perusahaan TikTok versi Amerika kemungkinan tetap memerlukan restu dari Beijing.

"Saya tidak yakin, tapi saya rasa begitu. Presiden Xi dan saya punya hubungan baik. Saya pikir ini akan baik untuk mereka. Kesepakatan ini baik untuk China, juga baik untuk kami," tukasnya.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Usut punya usut, perusahaan tersebut disinyalir akan dikuasai dan dioperasikan oleh investor AS, namun rencana itu tertunda setelah China secara resmi menolak untuk menyetujuinya.

Terlebih saat itu, penolakan muncul tidak lama setelah Trump mengumumkan kebijakan tarif tinggi untuk sejumlah produk impor dari China.***

Tags:
#bytedance#donald trump#china#tiktok
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…