Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Hadiri Talkshow Literasi Digital di Banyuwangi, CEO Promedia Ajak Publik Bijak Bermedia Sosial

Tim Suara Pantura 02•
Nasional

 

SuaraPantura.com - Polresta Banyuwangi menggelar acara talkshow bertajuk ‘Banyuwangi Berseri dalam Semangat Literasi’ sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025.

Dalam kegiatan yang digelar di di Hotel Aston Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis, 24 Juli 2025, acara ini menjadi forum interaktif yang mempertemukan pemerintah, akademisi, praktisi media, tokoh masyarakat, dan generasi muda untuk membahas literasi digital di era teknologi yang kian berkembang.

Pada forum diskusi ini, CEO Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono menegaskan perbedaan mendasar antara media online dan media sosial.

Agus Sulistriyono menilai, media sosial memungkinkan siapa pun memposting informasi tanpa proses verifikasi, sedangkan media online profesional dikelola oleh redaksi dengan tanggung jawab jurnalistik yang jelas.

"Literasi digital sangat penting agar masyarakat dapat membedakan mana informasi yang berasal dari media sosial dan mana yang berasal dari media online yang terverifikasi,” kata Agus Sulistriyono.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

CEO Promedia kemudian menyoroti fenomena media online yang menjadikan komentar di media sosial sebagai sumber utama berita.

"Ini berpotensi membingungkan masyarakat. Jangan terpengaruh oleh informasi yang belum jelas. Saring informasi dan cari referensi dari beberapa sumber terpercaya sebelum menyebarkannya," tegas Agus Sulistriyono.

Agus menekankan, media online memiliki ciri khas, antara lain keberadaan kantor dan struktur redaksi yang jelas sehingga dapat dipertanggungjawabkan jika muncul masalah konten.

"Inilah pentingnya publik memahami karakteristik media agar tidak mudah terpapar informasi keliru," tuturnya.

Promedia Teknologi Indonesia, jelas Agus Sulistriyono, telah membangun ekosistem media online terbesar di Tanah Air dengan 1.200 media dan 40.000 penulis di seluruh Indonesia. Perusahaan terus mengawasi kualitas konten agar tidak menyesatkan publik.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

"Promedia berpegang pada koridor Dewan Pers dan selalu menjaga agar setiap konten berita tidak menyerang pihak mana pun serta tidak keluar dari kaidah jurnalistik," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Agus Sulistriyono juga menyampaikan komitmen Promedia dalam memberikan pengarahan dan pelatihan bagi ekosistem medianya, demi memastikan keberlangsungan media digital yang sehat dan berintegritas.

"Kami ingin menjadi bagian dari upaya membangun literasi digital nasional yang kuat," tutupnya.

Talkshow ini menjadi momentum kolaborasi antara sektor pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk menciptakan ruang digital yang aman, produktif, dan mencerdaskan, sejalan dengan semangat literasi yang digaungkan dalam perayaan Hari Bhayangkara.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, saat membuka acara secara daring dan menekankan pentingnya kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

"Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang bijak dan kreatif dalam menggunakan media sosial serta teknologi Artificial Intelligence (AI)," ungkap Nezar dalam sambutannya.

Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi yang bertindak sebagai moderator, menghadirkan narasumber lintas sektor termasuk Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi, Budi Santoso.

Pada kesempatan itu, Budi menyampaikan perlunya kesadaran kolektif dalam mengelola teknologi informasi yang saat ini berkembang sangat pesat.

"Kita harus bijak, jangan langsung membagikan informasi sebelum dipahami dan diverifikasi," terangnya.

Dewan Pengawas LPP TVRI, Agus Sudibyo yang turut hadir dalam kesempatan itu sempat menambahkan literasi digital penting bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Dewan Pengawas LPP TVRI itu, budaya flexing yang marak di media sosial seringkali mengabaikan aspek privasi.

"Gunakan media sosial secara bijak, jangan berlebihan, dan hentikan kebiasaan membagikan informasi pribadi yang tidak aman," tegas Agus Sudibyo.***

Tags:
#agus sudibyo#promedia teknologi indonesia#ceo promedia#agus sulistriyono#talkshow#literasi digital#polresta#banyuwangi
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…