Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

OJK Tegaskan Perbankan RI Tetap Tangguh Meski Pertumbuhan Kredit Melambat

Tim Suara Pantura 02•
Nasional

 

SuaraPantura.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kinerja perbankan nasional tetap stabil meski pertumbuhan kredit tercatat mengalami perlambatan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan sektor perbankan Indonesia mampu bertahan menghadapi dinamika ekonomi dan politik global.

"Kinerja perbankan diproyeksikan tetap stabil meskipun terdapat perlambatan pertumbuhan kredit yang sejalan dengan siklus ekonomi," ujar Dian dalam siaran pers, Minggu 24 Agustus 2025.

Data OJK mencatat, pada Juli 2025 pertumbuhan kredit perbankan berada di level 7,03 persen secara tahunan (year on year).

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Meski melambat, kualitas aset masih terjaga dengan Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,28 persen dan Loan at Risk (LaR) turun ke angka 9,68 persen.

Pertumbuhan kredit juga didukung oleh sektor investasi yang meningkat 12,42 persen yoy, terutama pada sektor berbasis ekspor seperti pertambangan dan perkebunan.

Selain itu, sektor transportasi, industri, serta jasa sosial juga menjadi pendorong utama kinerja perbankan di kuartal kedua 2025.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7 persen yoy, berkontribusi terhadap likuiditas perbankan yang tetap terjaga.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) masing-masing berada di level 119,43 persen dan 27,08 persen.

Angka tersebut jauh di atas ambang batas minimum, yaitu 50 persen dan 10 persen.

Dian menambahkan, kondisi likuiditas yang solid menunjukkan perbankan masih berdaya tahan tinggi.

"Industri perbankan Indonesia masih menunjukkan resiliensi yang kuat dengan kinerja yang positif terhadap dinamika global yang terjadi," katanya.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Lebih jauh, permodalan perbankan juga masih kuat. Berdasarkan data Juni 2025, Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 25,81 persen.

Angka ini mengindikasikan bahwa perbankan Indonesia siap menghadapi potensi risiko, terutama di tengah ketidakpastian global.

Dengan tata kelola yang baik dan penerapan prinsip kehati-hatian, OJK optimistis fungsi intermediasi perbankan tetap berlanjut secara sehat, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.***

Tags:
#perbankan#kredit#ojk
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…
OJK Tegaskan Perbankan RI Tetap Tangguh Meski Pertumbuhan Kredit Melambat | Suara Pantura | Suara Pantura