Pertemuan BGN dengan DEN: Luhut Binsar Pandjaitan Wanti-wanti Menkeu Purbaya soal Rencana Tarik Anggaran Tak Terserap MBG
Andri S.•
Nasional
SuaraPantura.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyentil rencana Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang akan menarik uang tak terserap dari berbagai program pemerintah, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG).
Luhut menyatakan bahwa penyerapan anggaran program MBG saat ini sudah berjalan dengan baik sehingga rencana mengambil sisa anggaran tak terserap oleh Menkeu Purbaya tak perlu dilakukan.
“Tadi kami pastikan juga bahwa penyerapan anggarannya sekarang kelihatan sangat membaik, sehingga Menteri Keuangan tidak perlu nanti mengambil anggaran yang tidak terserap,” ucap Luhut kepada awak media di kantor DEN, Jakarta pada Jumat, 3 Oktober 2025.
“Kami ingatkan tadi sama Dadan, karena itu cost of fund juga, jadi jangan sampai dana yang dialokasikan tidak terserap,” imbuhnya.
Anggaran MBG untuk Memutar Roda Ekonomi
Menurut Luhut, dana yang terserap dengan baik tersebut akan membantu menggerakkan ekonomi di masyarakat
Hal tersebut, kata Luhut juga sejalan dengan keinginan Menkeu Purbaya mengenai perputaran uang.
“Pada dasarnya, seperti yang Menteri Keuangan sampaikan kalau uang itu berputar di bawah, maka menggerakkan ekonomi,” tambahnya.
Termasuk dengan pembukaan lapangan kerja dari program MBG yang kata Luhut sudah menyerap 380 ribu.
“Saya kira itu membantu sekali dalam keadaan ekonomi dunia yang tidak menentu sekarang ini, makan bergizi ini memberikan salah satu peluang untuk mengatasi masalah-masalah ini,” terangnya.
MBG Masih Ada Kekurangan, tapi Tetap Optimis
Luhut pun tak menampik dengan kekurangan yang masih terjadi dalam pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo tersebut.
“Masih ada yang kurang, tentu. Kita jangan terus berharap dalam 6 bulan terus beres semua ya nggak mungkin, tapi kalau 3 bulan ke depan, saya yakin akan jauh lebih bagus dari sekarang ini dan saya suka tadi itu penyerapan lapangan kerja,” paparnya.
Ketua DEN itu menyarankan peran Pemerintah Daerah agar lebih aktif, seperti membangun kebun sayur, kebun buah dan lainnya untuk MBG sehingga perputaran dana akan berjalan dengan lebih lancar.
“Kalau kita semua bangsa ini berkolaborasi, saya lihat tidak ada yang tidak bisa kita selesaikan bersama-sama,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BGN Dadan Hindayana juga membeberkan tentang Peraturan Presiden (Perpres) yang akan mengatur tata kelola MBG.
Menurut Dadan, Perpres akan selesai secepatnya dan nantinya akan memperjelas tugas dan fungsi instansi, baik kementerian maupun Pemda.
“Jadi, di situ akan terlihat bahwa BGN tugasnya penyelenggara, melakukan intervensi kemudian pengawasan itu tugas Kementerian Kesehatan, kemudian penyaluran kepada ibu hamil dan menyusui dengan Kemendukbangga/BKKBN, dan sebagainya, jadi seluruhnya sudah ada di dalam Perpres tersebut,” jelas Dadan.
Realisasi Serapan Anggaran MBG Menurut BGN
Dadan juga mengungkapkan besaran anggaran MBG yang sudah terserap sejak program tersebut dilakukan pada 6 Januari 2025 hingga saat ini.
Ia melaporkan realisasi penyerapan sekitar Rp21,64 triliun atau sudah 34 persen.
“Hari ini Rp21,64 triliun, sudah 34 persen untuk keseluruhan tapi untuk bantuan pemerintah, makan bergizinya, kurang lebih Rp18,63 triliun. Itu sudah mencapai 37 persen. Jadi, sudah 37 persen penerima manfaat makan bergizi dalam waktu 9 bulan,” tandasnya.
Rencana Menkeu Purbaya Tarik Dana Gagal Diserap
Saat rapat kerja perdananya usai dilantik menjadi Menteri Keuangan bersama DPR, Purbaya menyatakan akan membentuk tim khusus untuk memastikan penyerapan anggaran program yang dijalankan pemerintah.
Ia menyebut bahwa saat ini, beberapa program masih lamban dalam penyerapan, sehingga butuh pihak yang akan terjun langsung untuk memonitor.
“Kalau mereka nggak bisa nyusun kebijakan anggaran dalam nyusun program kerjanya atau pengajuan anggarannya, kami akan kirim orang ke sana supaya jalannya cepat dan kita akan monitor on reguler basis,” kata Purbaya di hadapan DPR pada 10 September 2025 lalu.
“Akan saya sisir (program yang lambat), bagian lambat akan kami percepat,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, ia juga mengusulkan agar Kepala BGN mengadakan jumpa pers untuk memberi laporan mengenai penyerapan anggaran MBG secara langsung kepada publik.
“Nanti sebulan sekali kita akan jumpa pers dengan kepala BGN, nanti kalau penyerapannya jelek, dia (Kepala BGN, Dadan Hindayana) suruh jelasin ke publik, saya di sebelahnya,” tambahnya kala itu.***