SuaraPantura.com - Ada fakta menarik dalam persidangan kasus dugaan jual beli jabatan di Pemerintah Kabupaten Pemalang di Pengadilan Tipikor Semarang pada Senin, 6 Maret 2023.
Pasalnya, muncul sosok wanita cantik bernama Kathlin Ikaliana yang menjadi saksi dalam persidangan tersebut.
Wanita muda nan cantik itu mengaku diberi jatah uang dari Bupati Pemalang nonaktif Mukti Agung Wibowo dengan total Rp. 60 juta rupiah.
Dari jumlah uang tersebut, Kathlin Ikaliana mengaku, Rp. 22 Juta Ia gunakan untuk sewa apartemen selama 2 bulan, karena tarif perbulan apartemen tersebut adalah Rp. 11 juta.
"Sewanya Rp11 juta per bulan. Hanya diberi untuk dua bulan," ungkap Kathlin Ikaliana.
Selebihnya, Kathlin Ikaliana menyebut dipergunakan untuk keperluan pribadinya.
Selain itu, Kathlin Ikaliana juga kerap kali mengikuti perjalanan dinas Mukti Agung Wibowo.
Beberapa perjalanan dinas yang pernah diikuti antara lain saat kunjungan ke Bali dan Bandung.
Menurut informasi, Kathlin Ikaliana disebut sebagai calin istri Mukti Agung Wibowo.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Satgas KPK berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Kamis 11 Agustus 2022 pukul 17.00 WIB di Gedung DPR RI.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pada Jumat 12 Agustus 2022 dalam konferensi persnya KPK beberapa orang tersangka.
Salah satu tersangka yakni Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo.
KPK telah mengantongi sejumlah bukti penerimaan suap Mukti Agung. Di antaranya, uang tunai sejumlah Rp360 juta, buku tabungan atasnama AJW senilai Rp4 miliar lebih. Kemudian, slip setoran Bank BNI Rp680 juta; serta kartu ATM atas nama AJW yang sering digunakan Mukti Agung Wibowo.
Uang tersebut diduga merupakan himpunan suap dari hasil jual beli jabatan di lingkup Pemerintahan Kabupaten Pemalang.
“Besaran uang untuk setiap posisi jabatan bervariasi disesuaikan dengan level jenjang dan eselon dengan nilai berkisar antara Rp 60 juta sampai dengan Rp 350 juta,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih.
Firli mengatakan dugaan jual beli jabatan tersebut bermula saat Mukti yang baru dilantik sebagai Bupati Pemalang periode 2021-2026, selama beberapa bulan, merombak dan menyusun ulang jabatan bagi beberapa eselon di daerahnya.
***