SuaraPantura.com - Kepala Desa Balun, Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Mahbudiono, yang merupakan Kepala Desa dari Slamet Tohari Alias Mbah Slamet pun buka suara tentang sosok Mbah Slamet.
Mahbudiono pun menjelaskan sosok Slamet Tohari yang tertutup. Bahkan warga termasuk dirinya pun tidak banyak yang mengetahui prifesi dari Slanet Tohari ini.
Mahbudiono hanya mengetahui sosok istri Slamet Tohari yang merupakan seorang penjual sayur.
Sosok Slamet Tohari jarang bersosialisasi dengan masyarakat setempat.
Sang Kepala Desa baru mengetahui profesi Slamet Tohari sebagai dukun pengganda uang usai polisi mengungkapnya.
Nah, berikut ini adalah Kisah Slamet Tohari yang merupakan dukun Banjarnegara yang mengaku bisa menggandakan uang.
Dukun Banjarnegara ini mengegerkan publik lantaran diduga telah membunuh 11 orang yang merupakan klien perdukunannya.
Dengan tipu muslihat Slamet Tohari, banyak orang yang kemudian tergiur untuk melipatgandakan uang kepadanya.
Salah satu korban berinisial PO yang telah menyetorkan uang sebesar Rp. 70 juta dijanjikan akan menjadi Rp 5 Miliar.
Namun ternyata hanya bohong belaka. Saat ditagih, PO malah dihabisi dengan cara memberikannya minum yang berisi racun potas.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kejadian pilu sekaligus menghebohkan datang dari Banjarnegara.
Pasalnya, seorang dukun bernama Slamet Tohari yang merupakan dukun pengganda uang dari banjarnegara, Jawa Tengah tega menghabisi 11 orang korbannya yang merupakan klien perdukunannya.
Kejadian terungkap usai salah satu korbannya beinisial PO memberikan pesan kepada keluarganya sebelum bertemu Slamet.
PO yang merupakan warga Sukabumi, Jawa Barat yang dilaporkan hilang setelah berkunjung ke Banjarnegara untuk bertemu Slamet pada Kamis 23 Maret 2023.
PO mengirimkan pesan melalui Whatsap ke pihak keluarga agar pihak keluarka melapor ke aparat jika nanti dirinya tak ada kabar setelah ke Banjarnegara.
"Ini di rumahnya Pak Slamet. Buat jaga-jaga kalau umur ayah pendek, misal ayah tidak ada kabar sampai Minggu, langsung saja ke lokasi bersama aparat," Demikian bunyi pesan yang disampaikan PO kepada keluarganya melalui whatsap.
Setelahnya, pihak keluarga pun tak mendapatkan kabar dari PO, kemudian mereka memutuskan untuk melapor ke pihak kepolisian.
Pihak keluarga pun kemudian melapor ke Polres Banjarnegara pada Senin, 27 Maret 2023.
Polisi kemudian menerjunkan personilnya menuju Tempat Kejadian Perkara.
Betapa mengejutkan, ternyata korban PO ditemukan sudah tewas dikubur di salah satu lahan perkebunan.
Tak hanya itu, polisi kemudian menemukan 10 jenazah lainnya di lokasi yang berbeda.
Motif pembunuhan yang dilakukan Slamet diduga berkaitan dengan aksi penipuan yang selama ini dilakukan oleh Slamet.
Diperkirakan sudah 5 tahun Slamet menjalankan aksi ini.
***