Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Oknum Peneliti BRIN Ancam Bunuh Semua Warga Muhammadiyah

Tim Suara Pantura 01•
Nasional

SuaraPantura.com - Komentar seseorang yang diduga merupakan salah satu peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang (AP) Hasanuddin mendadak viral.

Pasalnya AP Hasanuddin dalam komentarnya menebar ancaman pembunuhan kepada warga Muhammadiyah.

Kejadian ini bermula saat terjadi perdebatan dalam postinganan Thomas Djamaluddin yang juga merupakan salah satu peneliti BRIN juga.

Saat itu Thomas Djamaluddin mengunggah seputar perdebatan penentuan hari raya Idul Fitri.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Thomas Djamaluddin menilai Muhammadiyah tidak patuh dengan keputusan pemerintah mengenai penentuan Lebaran tahun ini.

Dalam status inilah AP Hasanuddin terjebak perdebatan hingga berujung pada pengancaman pembunuhan terhadap warga Muhammadiyah.

"perlu saya HALALKAN GAK NIH DARAHNYA semua muhammadiyah? apalagi muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda Kalender Islam Global dari Gema Pembebasan? BANYAK BACOT EMANG!!! SINI SAYA BUNUH KALIAN SATU-SATU. SILAKAN LAPORKAN KOMEN SAYA DENGAN ANCAMAN PASAL PEMBUNUHAN!!! SAYA SIAP DIPENJARA. SAYA CAPEK LIHAT PERGADUHAN KALIAN!!!" Tulis akun AP Hasanuddin yang kemudian viral.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Sontak hal itu memicu reaksi dari berbagai pihak. Direktur Lembaga Bantuan Hukum dan advokasi Publik Pimpinan Muhammadiyah, Taufiq Nugroho sendiri mengecam ulah oknum peneliti BRIN tersebut.

Pihaknya segera melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Ia meminta pihak kepolisian tegas.

"Menuntut kepada Polri untuk memproses laporan kasus ini secara tegas,” ungkapnya.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Akhirnya Minta Maaf

Usai viral, AP Hasanuddin pun kemudian mengirimkan surat ke PP Muhammadiyah dan meminta maaf.

Ia mengaku awlanya emosi dengan serangan yang dilakukan terhadap Thomas Djamaluddin, rekan sesama peneliti di BRIN.

Dalam suratnya, AP Hasanuddin meminta maaf kepada pimpinan dan seluruh warga Muhammadiyah. Dia berjanjir tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
***

Tags:
#peneliti brin#muhammadiyah
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…