SuaraPantura.com - Komentar seseorang yang diduga merupakan salah satu peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang (AP) Hasanuddin mendadak viral.
Pasalnya AP Hasanuddin dalam komentarnya menebar ancaman pembunuhan kepada warga Muhammadiyah.
Kejadian ini bermula saat terjadi perdebatan dalam postinganan Thomas Djamaluddin yang juga merupakan salah satu peneliti BRIN juga.
Saat itu Thomas Djamaluddin mengunggah seputar perdebatan penentuan hari raya Idul Fitri.
Thomas Djamaluddin menilai Muhammadiyah tidak patuh dengan keputusan pemerintah mengenai penentuan Lebaran tahun ini.
Dalam status inilah AP Hasanuddin terjebak perdebatan hingga berujung pada pengancaman pembunuhan terhadap warga Muhammadiyah.
"perlu saya HALALKAN GAK NIH DARAHNYA semua muhammadiyah? apalagi muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda Kalender Islam Global dari Gema Pembebasan? BANYAK BACOT EMANG!!! SINI SAYA BUNUH KALIAN SATU-SATU. SILAKAN LAPORKAN KOMEN SAYA DENGAN ANCAMAN PASAL PEMBUNUHAN!!! SAYA SIAP DIPENJARA. SAYA CAPEK LIHAT PERGADUHAN KALIAN!!!" Tulis akun AP Hasanuddin yang kemudian viral.
Sontak hal itu memicu reaksi dari berbagai pihak. Direktur Lembaga Bantuan Hukum dan advokasi Publik Pimpinan Muhammadiyah, Taufiq Nugroho sendiri mengecam ulah oknum peneliti BRIN tersebut.
Pihaknya segera melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Ia meminta pihak kepolisian tegas.
"Menuntut kepada Polri untuk memproses laporan kasus ini secara tegas,” ungkapnya.
Akhirnya Minta Maaf
Usai viral, AP Hasanuddin pun kemudian mengirimkan surat ke PP Muhammadiyah dan meminta maaf.
Ia mengaku awlanya emosi dengan serangan yang dilakukan terhadap Thomas Djamaluddin, rekan sesama peneliti di BRIN.
Dalam suratnya, AP Hasanuddin meminta maaf kepada pimpinan dan seluruh warga Muhammadiyah. Dia berjanjir tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
***