SuaraPantura.com - Konser Coldplay terancam dibubarkan oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212.
Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin menyatakan menolak konser Coldplay dengan alasan bahwa Coldplay mendukung LGBT.
Menurut Novel, dengan mendatangkan Coldplay, dianggap penghianatan terhadap Pancasila, Konstitusi dan Agama.
Novel juga menyinggung sosok Sandiaga Uno yang dianggap bertanggungjawab atas kehadiran Coldplay.
"LGBT adalah penyakit menular , penyakit medis, juga penyakit jiwa. Sebab itu Sandiaga Uno harus diperiksa kejiwaan." Terangnya.
Ia juga menghimbau promotor untuk membatalkan niatnya mendatangkan Coldplay.
"Saya mengimbau promotor segera membatalkan niatnya mendatangkan Coldplay. Kalau nekat, maka kita akan gelar aksi besar dengan memblokir lokasi atau kita kepung bandara." Tegasnya.
Sementara Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni, Rabu, 17 Mei 2023 meminta aparat menindak tegas aksi premanisme ormas yang akan membubarkan konser Coldplay di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 15 November 2023 mendatang.
“Kalau polisi sudah memberi izin konser Coldplay, yang bisa membatalkan cuma aparat berwajib. Siapa pun termasuk ormas tidak berhak berbuat seenaknya. " Ungkap Sahroni.
***