SuaraPantura.com - Usai demam penyambutan biksu Thailand yang berjalan menuju Candi Borobudur, kali ini 2 orang petani dari Magelang dan Pemalang melakukan aksi jalan kaki menuju Jakarta dengan membawa sebuah misi kebangsaan yang mulia.
Dua petani itu adalah Imron Indra Saputra alias Wage (38) warga Secang Kabupaten Magelang dan Tarto Budiharso (40) warga Petarukan Kabupaten Pemalang Jawa Tengah. Mereka berjalan sejak Selasa 30 Mei 2023 lalu.
Mereka mengemban misi untuk ikut mendorong disahkannya RUU perampasan aset bagi koruptor di negeri ini.
Mereka berdua merupakan anggota dari Suara Rakyat Indonesia atau SRI. Keduanya berangkat dari Kantor DPRD Jateng di Semarang sejak Selasa 30 Mei 2023 lalu.
Kedua petani Itu tampak membawa Bendera Merah Putih dan poster berupa ajakan serta dukungan untuk mendesak agar DPR RI segera mengesahkan UU perampasan aset bagi koruptor.
"Perampasan aset koruptor sangat penting, karena dinilai akan membuat jera dan ketakutan para penjahat kerah putih," ungkap Sutarto.
Mereka akan mampir di Gedung DPRD yang mereka lintasi untuk ikut menyebarkan semangat dan dorongan agar undang-undang perampasan aset ini segera disahkan.
Aksi mereka sendiri dijadwalkan akan tiba di daerah Brebes pada hari Minggu 4 juni 2023 dan akan disambut oleh para aktivis dan seniman yang bergabung di dalam komunitas Blakasuta Pantura.
Para aktivis dan seniman di Blakasuta Pantura ini sekaligus membuat acara diskusi di warung Republik Indomie, Banjaranyar Brebes.
Diskusi ini bertajuk "Mendukung Koruptor Dimiskinkan" yang akan diisi oleh Andi Rustono (Aktivis, Seniman Pemalang) sebagai Keynote Speaker, Aristianto Zamzami (Mantan Aktivis HMI), Desky Danu Aji (Pemred Suara Pantura) dan Era Prima Nugroho (mantan Aktivis KNPI Banyumas).
Kegiatan itu juga akan dihadiri oleh aktivitas seniman dari wilayah Pemalang, Tegal, Cirebon, Banyumas dan Brebes.
***