SuaraPantura.com - Nasib tragis dialami oleh Asisten Rumah Tangga (ART) berinisial SK(23) asal Desa Kebanggan Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang.
Pasalnya, dirinya mengalami penyiksaan kejam oleh majikannya di Jakarta Selatan.
SK yang menjadi korban penyiksaan majikannya tersebut, menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, pada Senin, 5 Juni 2023.
Dalam persidangan, SK pun tak kuasa menahan tangis swrta beberapa kali ambruk karena teringat penyiksaan kejam yang dilakukan oleh majikannya.
Mantan majikan SK yang menjadi terdakwa dalam sidang hari ini yakni Metty Kapantow dan So Kasander, yang merupakan pasangan suami istri.
Dalam sidang lanjutan tersebut SK mengaku mengalami penyiksaan yakni tubuhnya dibaluri dengan sambal hingga ke area kemaluan.
SK juga dipaksa memakan sambal mentah satu cobek.
""Mereka(pembantu lainnya) disuruh Metty Kapantow ngulek sambel suruh dibalurin ke semua tubuh sampai ke kemaluan saya, terus Saya juga disuruh makan sambal mentah satu cobek," ungkap SK sambil menangis terisak.
SK menceritakan para pembantu lainnya membuka paksa bajunya kemudian membalurkan sambel di seluruh tubuh SK hingga kemaluan.
Hal ini menurutnya dilakukan swbanyak 3 kali atas perintah sang majikan. Bahkan sang majikan selalu meminta video penyiksaan terhadap SK untuk dikirim melalui ponselnya.
Selain itu, SK menyebut So Kasander pernah memborgol kedua tangannya dan dikaitkan ke sebuah barbel. So Kasander juga menyumpal mulut SK dengan kotoran anjing dan memaksanya memakan kotoran anjing hingga habis.
SK mengaku penganiayaan terhadap dirinya ini berlangsung dalam rentang waktu 6 bulan.
SK sudah sempat memberontak namun tidak kuasa karena di bawah penjagaan yang ketat.
Ia menyebut 5 orang pembantu lainnya selalu memeganginya saat dirinya berusaha memberontak.
Dalam surat dakwaan, JPU membeberkan penganiayaan yang dialami SK. Penganiayaan itu bermula ketika SK ketahuan mencuri roti milik terdakwa Metty Kapantow pada September 2022. Metty pun marah dan memukul wajah SK menggunakan tangan dan sandal miliknya.
Metty kemudian memerintah pembantu lainnya yakni Evi, Sutriyah, Saodah, Indayanti, Pariyah dan Pebriana untuk memukul wajah SK secara bergantian menggunakan tangan kosong.
Usai peristiwa itu, Metty bersama suaminya, So Kasander dan anaknya, Jane Sander beserta enam pembantunya bersepakat untuk memberi hukuman kepada SK apabila melakukan kesalahan.
Metty meminta agar keenam pembantunya merekam setiap hukuman yang diberikan kepada SK dan mengirimkan kepadanya.
Awal Mula Kasus Terungkap
Terungkapnya kasus penganiayaan ART itu bermula saat korban pulang ke Pemalang dalam kondisi terluka.
Keluarga yang curiga Kemudian menanyai korban dan korban akhirnya mengangku disiksa.
Keluarga kemudian mendampingi ke Polres setempat untuk membuat laporan.
Dari polres berkordinasi ke Polda Metro karena TKP ada di Jakarta kemudian Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan pelaku di apartemennya.
***