SuaraPantura.com - Viral beredar kabar ditemukannya bunker narkoba di lingkungan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan.
Hal ini sekaligua menjadi kejadian kedua di kampus UNM yang menarik perhatian publik.
Sebab sebelumnya kampus UNM ini menjadi sorotan lantaran kampus tersebut mengalami penyerangan dan pembakaran oleh orang tak dikenal pada Minggu, 4 Juni dini hari.
Sejumlah fasilitas seperti Panggung Daeng Pammatte Bengkel Sastra untuk kegiatan pementasan mahasiswa pun terbakar.
Sementara beberapa kaca gedung kampus pecah. Tak lama berselang, pada Kamis 8 Juni menemukan objek yang sempat disebut bunker berisi narkoba.
Bunker atau Brankas?
Sementara Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Selatan Kombes I Komang Suartana menjelaskan bahwa kabar ditemukannya bunker narkoba tidaklah benar.
Yang ditemukan polisi adalah kotak penyimpanan atau safety box yang ditanam di salah satu ruangan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM).
"Itu bukan bunker, itu hanya konotasi saja. Itu kan ditanam menggunakan safety box," ungkapnya.
Informasi ini yang kemudian menjadi menjawab rasa penasaran dari masyarakat yang menganggap bunker yang dimaksud adalah bangunan di bawah tanah yang besar.
Brankas tersebut diduga sempat menyimpan 3 kilogram narkoba dan sudah diedarkan
Areal Temuan Digaris Polisi
Pasca penemuan brangkas beriai narkoba tersebut, areal kampus lokasi penemuan itu pun dipasangi garis polisi.
Dari informaai yang beredar, bunker narkoba itu berada tepatnya di area gedung sekretariat salah satu organisasi internal mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra UNM.
Salah seorang security kampus UNM yang enggan disebutkan namanya membenarkan jika lokasi temuan brankas itu dipasangi garis polisi.
"Iya, tadi malam ada sejumlah polisi yang datang pasangi garis police line itu. Sudah diperiksa juga baru dipasangi garis," ucapnya pasa Sabtu, 10 Juni.
5 Orang Ditangkap
Sementara akibat kejadian itu lima orang telah ditangkap dan diamankan oleh pihak Kepolisian.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNM A Muhammad Idkhan menyebut bahwa 5 orang yang ditangkap polisi tersebut bukan lah mahasuswa UNM melainkan sudah alumni.
Ia pun menegaskan jika ada mahasiswa yang ikut terlibat, pihaknya akan mengambil langkah tegas.
"Jika ada mahasiswa UNM yang terlibat maka pihak pimpinan akan mengambil ketegasan yaitu dengan melakukan pemecatan," ungkapnya.
Hingga kini polisi msih terus mendalami kasus ini.***