SuaraPantura.com - Seorang bocah perempuan berusia 5 tahun berinisial KRA harus menghembuskan nafas terakhirnya usai digigit anjing peliharaannya di Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali.
Bocah perempuan tersebut tergigit anjing di bagian lengan kirinya sekitar sebulan yang lalu saat dirinya bermain di halaman rumahnya.
Saat si bocah sedang asik bermain tiba-tiba anjing peliharaannya mendatangi dan menggigit lengan kiri bocah tersebut.
Meskipun gigitannya tidak terlalu dalam dan Hanya berupa goresan saja namun orang tua KRA segera mencuci luka KRA dengan air dan sabun.
Sayangnya orang tua korban tidak segera membawa korban ke rumah sakit atau Puskesmas untuk mendapatkan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR) karena merasa luka gigitannya cukup ringan.
Padaha kerabatnya sudah sempat mengingatkannya untuk memeriksakan korban ke rumah sakit.
Hingga akhirnya pada Sabtu 10 Juni lalu bocah malang itu mulai mengalami gejala khas yang mengarah pada rabies seperti tidak bisa minum air, nyeri menelan, gelisah dan takut pada angin.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD Tangguwisa pada Minggu, 11 Juni, lalu dirujuk ke RSUD Buleleng untuk penanganan intensif.
Namun sayangnya, beberapa jam setelah mendapatkan perawatan, bocah tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.
Jenazah bocah tersebut kini rencananya akan diaben pada besok, Senin 19 Juni 2023 di Setra Desa Pangkung Paruk.
Kadiskes Buleleng, Sucipto membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa bocah tersebut mengalami dinyatakan meninggal dunia dengan penyebab langsung gagal napas, dengan penyebab dasar encephalitis rabies.
"Pukul 20.20 Wita, pasien dinyatakan meninggal dunia dengan penyebab langsung gagal napas, dengan penyebab dasar encephalitis rabies," terangnya.
Hingga kini, data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tercatat, 95 persen kasus rabies terjadi karena gigitan anjing pembawa virus (reservoir) rabies. Sebanyak 40 persen kasus terjadi pada anak-anak. ***