SuaraPantura.com - Viral seorang Ibu yang berasal dari Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) membagikan pengalamannya yang kurang mengenakan.
Pasalnya, seorang ibu bernama Samsuani ini mengaku bahwa anaknya yang bernama Doni Amansyah , sebelumnya telah lolos menjadi paskibraka nasional mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara namun kemudian digantikan oleh anak lainnya yang fiduga merupakan anak dari seorang pejabat polisi.
Samsuani membagikan pengalamannya ini melalui media sosial dan kemudian viral.
"Setelah seleksi di tingkat provinsi di bulan Mei, alhamdulillah dia diumumkan dan dinyatakan untuk perwakilan Paskibraka Nasional, dan setelah tiga hari pembekalan dan akan diberangkatkan besok, ternyata di luar dugaan (posisi Doni terganti)" tulis sang ibu melalui unggahannya di facebook.
Tak hanya itu, akun Twitter @txtdrberseragam juga melakukan unggahan terkait persoalan ini.
Menurut informasi, digantikan oleh siswa lain asal Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara berinisial WSP.
WSP belakangan diketahui anak anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Sementara itu, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Provinsi Sultra, Andre Darmawan menduga, prosedur seleksi Paskibra Nasional Tingkat Provinsi Sultra melanggar Peraturan BPIP RI No. 3 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dan juga melanggar Surat Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers pada Minggu, 16 Juli 2023.
Namun begitu, Kepala Kesbangpol Sultra, Harmin menyatakan bahwa tidak ada pergantian sebagai anggota Paskibraka Nasional asal Sultra.
"Tidak pergantian, seleksi sudah sesuai mekanisme dan juga SK Gubernur," ungkapnya.***