SuaraPantura.com - Viralnya video sepasang Warga Negara Asing (WNA) yang tertangkap kamera amatir warga sedang melakukan hubungan intim di sebuah pantai saat siang bolong, membuat polisi dan Dinas Pariwisata Bali melakukan penelusuran.
Pasalny, dalam video yang beredar dinarasikan bahwa lokasi yang terlihat dalam video disebut di Bali.
Polda Bali melalui Kabid Humas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan dan memastikan bahwa lokasi dalam video viral tersebut bukan di Pantai Batu Bolong, Badung, Bali.
Sebab ada perbedaan kontur tanah yang terlihat.
"Area pantai dari video tersebut memperlihatkan bahwa kontur pantai landai. Sedangkan, pada Pantai Batu Bolong, kontur pantainya agak miring. Menurut sumber video pada pantai yang viral tersebut, tidak identik pada Pantai Batu Bolong," ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar ) Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun.
Pihaknya bahkan menegaskan bahwa lokasi video tersebut bukanlah berada di Bali.
Kami sudah memastikan dengan kepolisian, bukan di Bali lokasinya, kita sudah cek kepala desa, tidak di Bali saya tegaskan kembali,” ujar Tjok Bagus.
Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menghimbau kepada masyarakat agar tidak cepat terpancing dengan isu yang beredar sebelum memastikan dulu kebenarannya.
"jangan terlalu terpancing dan apa yang disampaikan kita sosialisasikan agar tidak menjadi berita hoaks,” terangnya.
Sebelumnya, Sepasang Bule atau Warga Negara Asing (WNA) tertangkap kamera amatir earga sedang berhubungan intik disebuah pantai saat siang bolong.
Video tersebut kemudian viral dan beredar di media sosial.
Tempat sepasang bule berhubungan intim tersebut disebutkan dalam narasi yang beredar diduga di kawasan pantai canggu badung, Bali.
Sontak hal ini pun menuai banyak reaksi, salah satunya adalah Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni.
Melalui unggahannya di media sosial instagram pribadinya Ia meminta pihak imigrasi maupun kepolisian untuk segera mencari dan menangkap pelaku.
"@dirjenimigrasi pak ini Wajib bapak Cari dan Polisikan juga Pidanakan.. @silmykarim pak Tolong atensi. Negara Kita di Buat Maenan sm Mereka.... Biadaaabb," tulisnya melalui Instagram @ahmaddahroni88 seperti dikutip suara pantura, Senin 31 Juli 2023.
Sementara itu Menggapi masalah video warga negara asing yang viral melakukan hubungan intim di duga berlokasi di pantai canggu badung, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan S.I.K., M.Si., menyampaikan kasus tersebut masih dalam penyelidikan.
Polda Bali bersama Polresta Denpasar dan Polres Badung masih melacak pemilik akun yang menyebarkan video mesum dan masih melakukan penyelidikan dan pendalaman dengan mengecek kontur, serta ciri-ciri kusus dari pantai-pantai yang diduga TKP tersebut.
Berdasarkan keterangan dari beberapa sumber baik perangkat desa, pecalang dan tukang parkir, serta warga setempat, setelah dilakukan penyelidikan oleh Polda Bali, didapatkan informasi dinyatakan tidak ada yang pernah melihat kejadian tersebut dan pada video tersebut tidak memperlihatkan adanya ciri kusus dan kontur pada masing-masing pantai tersebut.
Dari analisa polisi berdasarkan fakta video mesum yang dibertuliskan nama pantai tersebut, belum dapat dipastikan ketepatan TKP video mesum itu dibuat dan diduga hoax karena menurut sumber-sumber bukan terjadi di pantai lingkungan mereka.
Dari video yang beredar kedua pelaku di duga warga negara asing/bule, namun kedua wajah yang bersangkutan tidak dapat di lihat dengan jelas dan polisi akan terus berupaya mengungkap kasus ini.
Pihak kepolisian menghimbau bagi masyarakat yang mengetahui kebenaran informasi dari video mesum tersebut agar segera memberikan informasi kepada Polda Bali, agar masalah yang meresahkan masyarakat ini dapat segera terungkap.
Kombes Jansen juga menghimbau kepada masyarakat agar bijak dalam menggunakan Medsos dan tidak mudah ikut memviralkan hal-hal yang kebenarannya diragukan (hoax).
" Jangan sampai dianggap penyebar karena bisa kena UU ITE. Mari kita bersama jaga keajegan Bali, ketertiban serta keamanan untuk kemajuan pariwisata Bali kedepan. “tutupnya.***