SuaraPantura.com - Kejadian naas dialami seorang bicah berusia 3 tahun di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Paaalnya, kepala bocah itu tersangkut dalam kaleng biskuit dan tak bisa dikeluarkan.
Orang tua bocah pun disebut telah membawa bocah yang kepalanya terjebak dalam kaleng biskuit itu ke rumah sakit.
Namun pihak rumah sakit menyatakan angkat tangan karena tidak memiliki peralatan yang dibutuhkan untuk melepas kaleng biskuit dari kepala bocah naas tersebut.
Orang tua bocah malang itu lantas disarankan untuk melapor ke petugas Damkar Tasikmalaya.
Orang tua bocah itu pun lantas mendatangi markas Damkar Tasikmalaya pada pukul 21.00 WIB.
Beruntung petugas Damkar selalu siap sedia. Melakui petugas yang piket pada malam itu, upaya penanganan pun segera dilakukan.
Petugas Damkar Tasikmalaya yang sedang piket itu kemudian menggunakan gerinda kecil untuk memotong kaleng yang tersangkut di kepala bocah.
Orang tua pun tampak menanti dengan harap-harap cemas.
Tampak petugas juga menggunakan sendok untuk mengamankan kepala bocah guna menghindari mata gerinda mengenai kepala bocah tersebut.
Petugas juga menggunakan air untuk mengamankan serpihan besi yang diakibatkan dari pemotongan kaleng biskuit di kepala bocah itu.
Sang bocah yang sedang dievakuasi ini pun sempat menangis namun busa ditenangkan oleh orang tuanya.
Sekitar setengah jam petugas melakukan evakuasi akhirnya berhasil mengeluarkan kepala bocah yang terjebak dalam kaleng biskuit tersebut.keluarga pun mengaku lega dan berterima kasih kepada petugas Damkar Tasikmalaya.
"Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada para petugas," ucap orang tua bocah.
Warganet pun banyak yang memuji para petugas Damkar Tasikmalaya.
“Apresiasi buat petugas damkar, semuanya serba bisa dan bener-bener membantu masyarakat,” ungkap salah satu warganet.***