Dalam sebuah dialog dalam chanel Youtube total politik, Edi Marsudi pernah menyampaikan bahwa latar belakangnya adalah mantan preman.
Saat itu Edi ditanya kenapa kerap mengkritisi Anies. Ia mengaku kerap mengkritisi tapi bukan berarti membencinya.
“Tidak juga (benci Anies). Saya bicara berdasarkan data. Saya ini mantan preman. Jadi kalau mantan preman itu bicara, tidak pernah abu-abu. A atau B, gitu loh,” sebut Prasetiyo Edi saat diundang sebagai narasumber Channel Youtube, Total Politik, dikutip Suara Pantura.
Pernah Jadi Pengguna Narkoba Hingga Rumah Tangga Berantakan
Sementara itu dalam diskusi mingguan yang mengangkat tema 'Darurat Narkoba' di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, pada 2015 silam, Edi Marsudi mengisahkan pernah menjadi pengguna narkoba dan dirinya sebagai korban.
"Saya ini korban. Saya berantakan dengan rumah tangga. Alhamdulillah saya dapat istri baru yang baik lagi. Saya bisa kembali ke jalan yang baik," ungkapnya.
Viral Ungkapan Ketua DPRD DKI
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi menjadi sorotan usai mengeluarkan pernyataan yang kontroversi saat mengusulkan program kunjungan kerja ke luar negeri dalam Rapat Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta pada Rabu Malam, 9 Agustus lalu.
Dirinya membandingkan kunker di daerah Brebes dan Tegal dengan kunker di Luar Negeri.
Kalimatnya dalam menyampaikan argumen inilah dianggap menimbulkan kontroversi. Pasalnya dirinya menyebut Daripada kunker ke Brebes, Tegal beli telur asin, dan kentutnya bau mending ke luar negeri.
"Daripada kunker ke Brebes, Tegal beli telur asin, kentutnya bau. Mendingan berangkat kami ke luar negeri,” ungkapnya.
Ia pun kemudian menceritakan pengalamannya saat melakukan kunker ke Jepang untuk belajar menangani sampah.
Selain itu Ia juga menceritakan pengalamannya saat kunker ke Rusia.
Ia kemudian mengutarakan keinginannya melakukan pertukaran budaya ke Moscow.
Harta Kekayaan Ketua DPR RI DKI Jakarta
Dilansir dari LHKPN KPK, dalam penyampaiannya pada 29 Maret 2023 untuk periodik 2022, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mencatatkan total harta kekayaannya sebesar Rp. 24.674.655.494.
Edi Marsudi memiliki harta dari Tanah dan Bangunan Rp. 21.857.365.000 yang terdiri dari 30 item baik tanah maupun tanah dan bangunan.
Sementara untuk kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp. 912.000.000 , yang terdiri dari 1 buah mobil Toyota Jeep, 2 unit mobil Toyota Kijang Innova, 1 unit Daihatsu pick-up, dan 1 unit mobil Mercedes Benz.
Untuk harta bergerak lainnya, Edi Marsudi mencatatkan sebesar Rp. 1.300.000.000 dan untuk Kas dan Setara kas sebesar Rp. 649.999.435.
Edi Marsudi juga mencatatkan kepemilikan hutang sebesar Rp. 44.708.941 sehingga total harta kekayaannya sejumlah Rp. 24.674.655.494.
Dikecam Seniman Brebes
Seorang Seniman Brebes, Hendri Yetus Siswono mengecam ungkapan Ketua DPRD DKI yang dianggap telah merendahkan citra kreasi telur asin khas Brebes.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi diduga mengeluarkan pernyataan yang kontroversi saat mengusulkan program kunjungan kerja ke luar negeri dalam Rapat Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta pada Rabu Malam, 9 Agustus lalu.
Ia menyebut dalam ungkapannya di salah satu mendia yakni disebutkan daripada kunker ke Brebes, Tegal beli telur asin, kentutnya bau. Mendingan berangkat (kunker) ke luar negeri.
Sontak ungkapan Ketua DPRD Brebes ini menndapat kecaman, salah satunya dari Seniman Brebes, Hendri Yetus Siswono.
Hendri mengakubbingung apa yang ada di otak Ketua DPRD DKI Jakarta sehingga sampai mengeluarkan ungkapan seperti itu.
"Karena daya hidup dan daya adaptiflah yang mampu menghasilkan daya kreasi yang bernilai. Telor asin adalah hasil karya cipta dan budaya dari masyarakat Brebes, dan ini sudah diakui sebagai warisan budaya oleh pemerintah. Lalu kini ada politikus, merendahkan hasil kreasi dan budaya, entah apa yang ada di otak dan pikirannya." Ungkapnya.
Hendri sebagai warga Brebes sangat kecewa atas pernyataan Ketua DPRD DKI Jakarta tersebut dan memintanya segera melakukan klarifikasi dan permohonan maaf.
" Sebagai warga Brebes, saya gregetan kok masih ada wakil rakyat yang tidak mampu berpikir secara jernih dan mewakili rakyat. Inilah jenis wakil rakyat yang hanya menghasilkan suara kentut dari mulutnya, berbicara asal ngomong tidak dipikir. Harus segera meminta maaf kepada masyarakat Brebes," ungkapnya.***