SuaraPantura.com - Sebuah pesawat jet pribadi jatuh terbakar dan menimpa mobil serta motor di kawasan jalan Selangor, Malaysia.
Kecelakaan tersebut setidaknya menewaskan 10 orang yang salah satunya adalah seorang anggota dewan.
Berikut ini adalah profil anggota dewan yang tewas dalam kecelakaan pesawat di malaysia tersebut.
Biografi Anggota Dewan yang Tewas Kecelakaan Pesawat di Malaysia
Nama : Dato' Sri Johari Harun
Tanggal Lahir : 17 Januari 1970
Partai : Barisan Nasional Malaysia
Profil
Johari Harun merupakan seorang politisi asal Malaysia.
Dirinya terpilih sebagai Anggota Majelis Negara Pahang dalam Majelis Negara Pelangai mewakili Barisan Nasional pada bulan November 2022.
Di tahun yang sama Ia kemudian diangkat menjadi Anggota Dewan Rapat Pemerintah Negara Bagian Pahang.
Penyebab kematiannya karena kecelakaan pesawat ringan di Elmina, Shah Alam, Selangor.
Kecelakaan itu terjadi saat fase pendaratan di Bandara Sultan Abdul Aziz Shah.
Menurut catatan, pesawat ringan itu lepas landas dari Bandara Langkawi pada pukul 14.08 menuju ke negara bagian Selangor.
Insiden itu juga melibatkan sepeda motor yang kebetulan melewati Persiaran Elmina di dekat Guthrie Expressway.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sedikitnya ada 10 orang yang tewas termasuk satu orang anggota Dewan ketika sebuah pesawat jet pribadi jatuh dan menimpa sebuah mobil serta motor di jalan kawasan Selangor, Malaysia.
Sepuluh orang yang tewas dalam i siden tersebut terdiri dari delapan orang penumpang oesawat, dan dua otang lainnya pengendara mobil dan motor.
Menteri perhubungan Malaysia membenarkan bahwa salah satu korban tewas merupakan anggota Dewan di wilayah bagian yang bernama Pahang Johari Harun(54), yang dicalonkan sebagai calon baru dari partai Barisan Nasional dalam pemilihan umum 2022.
Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) mengonfirmasi bahwa pesawat yang jatuh adalah Beechcraft 390 dengan nomor registrasi N28JV.
Pesawat tersebut dioperasikan oleh Jet Valet, layanan penerbangan pribadi eksklusif, dan telah berangkat dari Langkawi pada pukul 14:08 dalam perjalanan ke bandara Subang, kurang dari 10 km dari lokasi kecelakaan.
Pesawat tersebut membawa 8 orang, yang terdiri dari 6 orang penumpang dan 2 orang awak pesawat.
Departemen kebakaran setempat mengklaim berhasil memadamkan api dalam 10 menit.
Kepala eksekutif CAAM Norazman Mahmud mengatakan pesawat melakukan kontak pertama dengan Menara Pengawas Lalu Lintas Udara Subang pada pukul 14.47 dan izin pendaratan diberikan pada pukul 14.48.
"Pada pukul 14.51, Menara Pengawas Lalu Lintas Udara Subang mengamati asap yang berasal dari lokasi kecelakaan tetapi tidak ada panggilan mayday yang dilakukan oleh pesawat," katanya dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, otoritas kepolisian setempat melalui Kepala Polisi Distrik Shah Alam Mohamad Iqbal Ibrahim menuturkan bahwa 10 korban meninggal, termasuk dua pengendara yang melintas di jalan tersebut.
Polisi masih terus mendalami secara detai penyebab kecelakaan tersebut.
Raja Malaysia, Sultan Abdullah Ahmad Shah, terlihat sudah mengunjungi lokasi kecelakaan sekitar pukul 17.30 waktu setempat.
Dalam pernyataanya, Ia menyatakan bela sungkawa terhadap para korban.***