SuaraPantura.com - Kasus pembunuhan Rika Indriyeni (20) warga dukuh Gombong RT 02/8 Desa Bulakpelem kecamatan Sragi kabupaten Pekalongan membuat geram banyak pihak.
Pasalnya, Rika diduga dibunuh dengan cara yang keji.
Saat ditemukan di saluran sungai tambak Desa Blendung, Kecamatan Ulujami, Pemalang, jenazah korban dalam keadaan mengenaskan dan mengenakan seragam pramuka.
Tak jauh dari lokasi, ditemukan pula sarung yang dibanduli (dipasangi) batu.
Mayat tersebut juga diketahui tidak mengenakan pakaian dalam.
Banyak yang menduga bahwa mayat tersebut sengaja dibunuh dan ditenggelamkan.
Kejamnya cara membunuh menghabisi korban itu membuat banyak warganet geram.
"duh ws gempremet pengin weroh wonge sing kejem mateni..(duh sudah geram ingin melihat orang yang begitu kejam membunuh)" ungkap warganet di postingan medsos pekalongan update.
Sementara itu, Kapolres Pemalang AKBP Yovan Fatika Handhiska mengatakan hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus penemuan mayat wanita berseragam Pramuka tersebut.
Selain memeriksa beberapa saksi juga pemeriksaan di lokasi kejadian.
"Identitas korban merupakan warga Pekalongan sudah diketahui, tim masih bekerja untuk mengungkap penemuan mayat diduga kuat korban pembunuhan tersebut," kata Yovan.
Sebelumnya, misteri asal seragam pramuka korban pun sempat menjadi perhatian.
Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Pemalang Sukarso pun buka suara mengenai seragam pramuka yang dikenakan mayat tersebut.
Diketahui, Gudep yang tertempel pada baju Pramuka korban tertulis 27.05.208.
Sujarso pun memastikan bahwa pemilik Gudep 27.05.208 merupakan Gugus dari sekolah SMA Negeri 1 Petarukan.
Meski begitu, pihak sekolah telah melakukan pendataan terkait kesiswaan dan tak ditemukan lapiran adanya siswi yang hilang.
Hasil identifikasi dan autopsi pada Rabu, 23 Agustus dini hari diketahui bahwa mayat berseragam Pramuka tersebut bernama Rika Indriyani, 20 tahun warga dukuh Gombong RT 02/8 Desa Bulakpelem kecamatan Sragi kabupaten Pekalongan yang sebelumnya diberitakan hilang.
Korban merupakan anak ke-5 dari pasangan Danusri dan Wargono yang pada minggu sebelumnya tidak pulang kerumah usai bekerja.
Meskipun ditemukan dengan mengenakan seragam Pramuka, namun Korban diketahui merupakan karyawan sebuah restoran Padang dan bukan pelajar.
Sebelumnya korban keluar rumah dengan mengenakan sepeda motor matic bernomor polisi G 4266 AQB.
Namun pada saat ditemukan jasad korban mengenakan seragam Pramuka serta tidak ditemukan kendaraan korban.***