SuaraPantura.com - Berikut ini adalah teka-teki penyebab kematian gadis berseragam Pramuka yang ditemukan di saluran sungai areal tambak Kecamatan Ulujami, Pemalang.
Meskipun ditemukan dalam keadaan berseragam Pramuka, ternyata korban bukanlah seorang pelajar.
Dari hasil identifikasi petugas, korban diketahui bernama Rika Indriyeni, 20 tahun warga dukuh Gombong RT 02/8 Desa Bulakpelem kecamatan Sragi kabupaten Pekalongan yang sebelumnya diberitakan hilang.
Rika merupakan salah satu karyawan di RM Padang daerah Sragi, Pekalongan yang lokasinya tak jauh dari tempat tinggalnya.
Terakhir, dari tempatnya bekerja Rika tak langsung pulang kerumah.
Kepada rekan kerjanya Ia hanya berpamitan akan jalan-jalan.
Tidak diketahui kemana dan dengan siapa Ia akan pergi.
Hingga akhirnya, Mayat berseragam Pramuka ditemukan warga yang akan pergi ke tambak pada 22 Agustus lalu.
Tidak jauh penemuan mayat tersebut, ditemukan pula sarung yang dibanduli (dipasangi) batu.
Selain itu, mayat ditemukan dengan kondisi mengenaskan dengan beberapa luka di tubuhnya.
Mayat tersebut juga diketahui tidak mengenakan pakaian dalam.
Banyak yang menduga bahwa mayat tersebut sengaja dibunuh dan ditenggelamkan.
Awal mula jenazah mayat berseragam Pramuka itu dikenali adalah saat kakak korban mendatangi RSUD Dr M Ashari Pemalang, pada Selasa 22 Agustus dini hari.
Kakak korban, Kusmiati menuturkan meskipun wajah korban sulit dikenali namun dari anatomi jari tangan dan kaki serta barang bawaan korban, Ia meyakini bahwa mayat tersebut adalah adiknya yang bernama Rika Indriyeni.
Kusmiati beberapa kali keluar masuk kamar jenazah dan memastikan bahwa itu memang benar adiknya.
Pihak keluarga sendiri merasa heran tatkala sang adik ditemukan dalam kondisi mengenakan seragam Pramuka padahal sang adik sudah tidak sekolah.
Motor dengan nomor polisi G 4266 AQB, uang dan tas korban yang berisi identitas yang dibawa korban pun raib.
Kusmiyati, kakak korban, mengenang Rika sebagai adik yang humoris, baik, dan ceria.
"Rika merupakan anak nomor lima, dan saya anak nomor tiga. Saya sebagai kakak mengenali adik adalah orang humoris, suka guyon, sama keluarga juga sayang, suka main sama keponakannya. Bukan yang pendiam. Dia ceria," ungkap Kusmiyati.
Hingga saat ini polisi terus bekerja keras menggali danengungkap kasus ini.***