Pelaku Pembunuhan Rika Indriyeni, Kasus Mayat Berseragam Pramuka di Pemalang, Dinilai Sangat Kejam
Tim Suara Pantura 01•
Nasional
SuaraPantura.com - Pelaku pembunuhan Rika Indriyeni, seorang wanita yang mayatnya ditemukan meninggal mengenakan seragam Pramuka di sugai Pemalang dinilai sangat kejam dalam emlakukan aksinya.
Pasalnya, mayat Rika Indriyeni ditemukan dengan leher dijerat sarung yang diisi tiga batu besar yang diduga digunakan sebagai upaya penenggelaman korban.
Selain itu, seragam yang dikenakan korban juga diduga sebagai bentuk manipulasi dan sengaja dipakaikan ke tubuh korban.
Pasalnya, korban merupakan seirang karyawan Rumah Makan Padang di Pekalongan dan bukan pelajar.
Mayat korban pertama kali ditemukan di saluran sungai areal tambak Desa Blendung, Kecamatan Ulujami, Pemalang , Jawa Tengah pada 22 Agustus lalu.
Mayat tersebut ditemukan oleh salah satu warga yang akan memberi makan di tambak areal dekat sungai itu.
Awalnya, mayat tersebut sempat dikira boneka oleh warga.
Namun ternyata yang mengambang di sungai Desa Blendung, Kecamatan Ulujami, Pemalang tersebut adalah sesosok mayat gadis berseragam Pramuka.
Hal itu disampaikan oleh Agus, salah satu warga setempat yang sempat dilapori oleh seseorang yang menemukan mayat tersebut.
Warga pun geger atas penemuan mayat tersebut kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.
Mayat yang ditemukan dalam keadaan berseragam Pramuka pun sempat membingungkan aparat.
Misteri asal seragam pramuka korban pun sempat menjadi perhatian.
Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Pemalang Sukarso pun buka suara mengenai seragam pramuka yang dikenakan mayat tersebut.
Diketahui, Gudep yang tertempel pada baju Pramuka korban tertulis 27.05.208.
Sujarso pun memastikan bahwa pemilik Gudep 27.05.208 merupakan Gugus dari sekolah SMA Negeri 1 Petarukan.
Meski begitu, pihak sekolah telah melakukan pendataan terkait kesiswaan dan tak ditemukan lapiran adanya siswi yang hilang.
Hingga akhirnya, hasil identifikasi dan autopsi pun terkuak pada Rabu, 23 Agustus dini hari.
Diketahui bahwa mayat berseragam Pramuka tersebut bernama Rika Indriyani, 20 tahun warga dukuh Gombong RT 02/8 Desa Bulakpelem kecamatan Sragi kabupaten Pekalongan yang sebelumnya diberitakan hilang.
Awal mula jenazah mayat berseragam Pramuka itu dikenali adalah saat kakak korban mendatangi RSUD Dr M Ashari Pemalang, pada Selasa 22 Agustus dini hari.
Kakak korban, Kusmiati menuturkan meskipun wajah korban sulit dikenali namun dari anatomi jari tangan dan kaki serta barang bawaan korban, Ia meyakini bahwa mayat tersebut adalah adiknya yang bernama Rika Indriyani.
Rika sendiri diketahui meninggalkan rumah pada Minggu, 20 Agustus malam.
Kakak korban yang mencari korban sempat menanyakan ke rekan kerja korban.
Dari pengakuan rekan kerja korban, korban berpamitan akan jalan-jalan seusai melakukan pekerjaan.
Kusmiati beberapa kali keluar masuk kamar jenazah dan memastikan bahwa itu memang benar adiknya.
Pihak keluarga sendiri merasa heran tatkala sang adik ditemukan dalam kondisi mengenakan seragam Pramuka padahal sang adik sudah tidak sekolah.
Motor dengan nomor polisi G 4266 AQB, uang dan tas korban yang berisi identitas yang dibawa korban pun raib.
Kusmiyati, kakak korban, mengenang Rika sebagai adik yang humoris, baik, dan ceria.
"Rika merupakan anak nomor lima, dan saya anak nomor tiga. Saya sebagai kakak mengenali adik adalah orang humoris, suka guyon, sama keluarga juga sayang, suka main sama keponakannya. Bukan yang pendiam. Dia ceria," ungkap Kusmiyati.
Hingga saat ini pihak kepolisian terus bekerja keras guna mengungkap pelaku pembunuhan Rika Indriyeni tersebut.
Terhitung sudah hampir 1 minggu semenjak ditemukan, polisi belum merilis informasi resmi terkait siapa pelaku dibalik pembunuhan keji tersebut.
Banyak masyarakat yang berharap pelaku segera ditemukan dan diberikan hukuman yang setimpal.