SuaraPantura.com - Penyebab kematian gadis berseragam pramuka yang mayatnya ditemukan di sungai saluran tambak desa Blendung Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang kini terungkap.
Polisi menyebut bahwa korban meninggal karena kekerasan benda tumpul di bagian kepala sehingga menyebabkan pendarahan otak.
Selain itu korban juga dibekap hingga mati lemas.
"Hasil autopsi meninggal karena kekerasan benda tumpul pada kepala mengakibatkan pendarahan otak dan bekap yang mengakibatkan mati lemas," ungkap Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Satake Bayu Setianto.
Saat ini pihak kepolisian terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini guna mengungkap pelaku dibalik pembunuhan keji ini.
Polda Jateng juga sudah turun tangan membantu pengungkapan kasus ini terutama dalam hal IT-nya.
Sejauh ini setidaknya sudah ada 11 saksi yang diperiksa oleh pihak kepolisian.
Sebelumnya, penemuan mayat berseragam Pramuka menggemparkan warga Pemalang pada 22 Agustus lalu.
Mayat berseragam Pramuka tersebut ditemukan di sebuah saluran sungai tambak Desa Blendung, Ulujami Pemalang.
Pada mayat tersebut, terdapat jeratan sarung dan tiga buah batu besar yang ditengarai sebagai upaya penenggelaman korban.
Seragam yang dikenakan korban saat ditemukan merupakan seragam Pramuka yang memiliki identitas nomor Gudep milik SMA 1 Petarukan.
Meski begitu, korban ternyata bukan siswi sekolah tersebut.
Hingga akhirnya, hasil identifikasi dan autopsi pun terkuak pada Rabu, 23 Agustus dini hari.
Diketahui bahwa mayat berseragam Pramuka tersebut bernama Rika Indriyani, 20 tahun warga dukuh Gombong RT 02/8 Desa Bulakpelem kecamatan Sragi kabupaten Pekalongan yang berprofesi sebagai karyawan RM Padang tak jauh dari rumahnya.
Rika sendiri diketahui pergi usai bekerja di RM Padang pada Minggu, 20 Agustus malam.
Kepada rekan kerja maupun keluarga Rika berpamitan akan jalan-jalan.
Namun Ia tak sempat menceritakan dirinya akan jalan-jalan kemana dan dengan siapa.
Sejak kepergiannya itu, Rika Indriyeni sudah tidak bisa dihubungi oleh pihak keluarga.
Hingga pada 22 Agustus keluarga korban mendapati fakta menyedihkan.
Ternyata mayat berseragam Pramuka yang ditemukan di Pemalang ternyata Rika Indriyeni.
Awal mula jenazah mayat berseragam Pramuka itu dikenali adalah saat kakak korban mendatangi RSUD Dr M Ashari Pemalang, pada Selasa 22 Agustus dini hari.
Kakak korban, Kusmiati menuturkan meskipun wajah korban sulit dikenali namun dari anatomi jari tangan dan kaki serta barang bawaan korban, Ia meyakini bahwa mayat tersebut adalah adiknya yang bernama Rika Indriyani.
Kusmiati beberapa kali keluar masuk kamar jenazah dan memastikan bahwa itu memang benar adiknya.
Pihak keluarga sendiri merasa heran tatkala sang adik ditemukan dalam kondisi mengenakan seragam Pramuka padahal sang adik sudah tidak sekolah.
Motor dengan nomor polisi G 4266 AQB, uang dan tas korban yang berisi identitas yang dibawa korban pun raib.
Kusmiyati, kakak korban, mengenang Rika sebagai adik yang humoris, baik, dan ceria.
"Rika merupakan anak nomor lima, dan saya anak nomor tiga. Saya sebagai kakak mengenali adik adalah orang humoris, suka guyon, sama keluarga juga sayang, suka main sama keponakannya. Bukan yang pendiam. Dia ceria," ungkap Kusmiyati.***