SuaraPantura.com - Nasional, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tengah mencanangkan program food estate dengan menanam Singkong. Ini sekaligus sebagai pelaksanaan perintah Presiden Joko Widodo dalam mengantisipasi krisis pangan di duni akibat pandemi Covid-19.
"Kementerian Pertahanan akan memegang suatu peranan justru di pembangunan cadangan pangan di singkong. Kemudian sisanya itu nanti, terutama masih tugas utama menteri pertanian. Kami hanya sebagai back up untuk menjamin cadangan. Kami mendukung Kementerian Pertanian dan kementerian-kementerian lain,” kata Prabowo, dikutip dari laman Setkab, Kamis (24/9/2020).
Namun Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka menilai program tanam singkong dalam proyek food estate pemerintah adalah suatu kebijakan keliru. Sebab, proyek tersebut dilakukan dengan cara mengkonversi kawasan hutan yang masih alami, untuk diganti dengan tanam singkong sebagai upaya menambah cadangan pangan strategis.
“Kawasan hutan yang masih alami itu bagaikan emas. Jadi, kita membuang emas untuk menanam suatu yang bagaikan perak. Bayangkan, bagaimana daya dukung ekonomi terhadap singkong itu dibandingkan dengan daya dukung ekonomi terhadap lingkungan itu sendiri. Kita salah mengambil prioritas dalam mengambil kebijakan,” ujar Suhardi di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/11/2021) dikutip dari laman parlementaria Selasa (23/11/2021).
Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini menambahkan kepentingan rakyat dalam proyek food estate tersebut dinilai kecil dibandingkan kepentingan perusahaan (korporasi) yang mengelolanya, atau yang disebut dengan off-taker. Karena itu, Suhardi meminta agar tidak mengambil kebijakan yang bersifat jangka pendek dan bersifat ekonomi semata.
“Negara Indonesia ini kaya. Tetapi, kalau kita salah dalam me-manage dalam jangka pendek kita kehilangan segalanya,” pesan Suhardi.
Suhardi juga menambahkan bahwa anggaran yang besar untuk proyek food estate lebih baik dialihkan untuk subsidi petani dalam bentuk bantuan pupuk dan sejenisnya. Sebab, nilai ekonomi yang dihasilkan, jauh lebih tinggi dibandingkan untuk memenuhi kebutuhan singkong untuk masyarakat Indonesia
" Seharusnya, anggaran yang besar untuk proyek food estate lebih baik dialihkan saja untuk subsidi petani dalam bentuk bantuan pupuk dan sejenisnya. Sebab, nilai ekonomi yang dihasilkan, jauh lebih tinggi dibandingkan untuk memenuhi kebutuhan singkong untuk masyarakat Indonesia." Tambah Suhardi.
***