SuaraPantura.com - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Sabtu 18 Desember 2021 dengan status III (siaga).
Gunung Merapi yang memiliki ketinggian 2.968 mdpl ini terletak di Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT.
Pengamatan Gunung Merapi dari MAGMA Indonesia menunjukan 30 kali gempa Guguran dengan amplitudo 3-23 mm dan lama gempa 21.7-218.9 detik.
Pengamatan ini dibuat pada periode periode 06:00-12:00 WIB, dibuat oleh Rachmad Widyo Laksono.
1 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 17.7 detik. 3 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3-4 mm, S-P 0.6-0.68 detik dan lama gempa 7.5-11 detik.
Dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, nampak kondisi Gunung Merapi tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah timur.
Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah timur. Suhu udara sekitar 21-28°C. Kelembaban 80-93%. Tekanan udara 654-717 mmHg. Intensitas curah hujan 65 mm per hari.
Rekomendasi dari MAGMA Indonesia:
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.***