SuaraPantura.com - Tantangan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta berbeda dengan saat Sutiyoso menjabat Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007.
Sutiyoso yang menjadi Gubernur DKI Jakarta ke-12 ini mengungkapkan berbagai tantangan yang ia hadapi saat menjabat Gubernur sangat berbeda dengan apa yang dihadapi Anies Baswedan.
Sutiyoso juga menyoroti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan habis masa jabatannya bersamaan dengan tahun politik menjelang pemilihan presiden 2024 nanti.
Sutiyoso atau yang akrab dipanggil Bang Yos pernah menjabat sebagai Gubernur Jakarta selama dua periode, sejak tanggal 6 Oktober 1997 hingga tanggal 7 Oktober 2007.
Dilansir oleh SuaraPantura dari PIKIRAN RAKYAT pada artikel berjudul "Sutiyoso Nilai Anies Baswedan Terjebak, Siap-Siap Kenyang Diserang", Sutiyoso mengungkapkan penilaiannya soal kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama ini.
Sutiyoso memulai penilaiannya dengan menyoroti perbedaan tantangan yang dihadapinya saat menjabat Gubernur DKI Jakarta dengan tantangan yang dihadapi Anies Baswedan saat ini.
Saat menjabat Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso menghadapi tantangan berupa perubahan sistem politik yang fundamental dari era Orde Baru ke era Reformasi.
"Saya seperti mengendalikan layang-layang. Kapan saya ulur (aturan), kapan saya tarik. Dan itu mendapatkan perlawanan yang sangat besar dari masyarakat karena masyarakat sedang euforia dengan kebebasan (era Reformasi)," ucap Sutiyoso dikutip Pikiran-rakyat.com dari kanal Youtube Karni Ilyas Club yang tayang pada 30 Desember 2021.
"Kebebasan itu sering diterjemahkan secara keliru. Demokrasi berarti apa saja boleh. Gue gak punya makanan, ambil di toko. Gak punya motor, ambil di showroom. Itu yang terjadi pada tahun 1998 atau 6 bulan setelah saya dilantik," katanya lagi.
Sutiyoso menilai dirinya cukup berhasil mengatasi tantangan tersebut kala itu. "Tentu saja urusan huru-hara itu urusan aparat keamanan, tapi pada saat masa rehabilitasi, itu di tangan saya dan menjadi perhatian pemimpin-pemimpin atau Gubernur di kota-kota besar di dunia," katanya.
Tantangan yang dihadapi Anies Baswedan, sementara itu, adalah pandemi Covid-19 yang melanda saat ini.
Sutiyoso berpendapat, Anies Baswedan cukup berhasil mengatasi tantangan tersebut. "Kalau kita mengamati secara jujur, saya rasa Jakarta termasuk yang sukses. Artinya penyebaran bisa kita rem, kematian juga amat kecil," katanya.
Namun, Sutiyoso menilai Anies Baswedan seolah terjebak karena masa baktinya akan berakhir berdekatan dengan tahun politik jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Konsekuensinya, seberhasil apa pun Anies Baswedan memimpin DKI Jakarta, akan selalu ada lawan politik yang menyerangnya.
"Sayangnya dia (Anies) akan berakhir di tahun politik seperti ini. Jadi selalu ada saja serangan-serangan itu, ya kenyang dia. Itu saya tidak heran karena dia salah satu tokoh yang selalu beredar di permukaan jadi selalu dapat serangan dari kiri-kanan," katanya.*** (Rio Rizki Pangestu/Pikiran-rakyat.com)