SuaraPantura.com - Ada 2 Badan Usaha Milik Negara(BUMN) yang disebut sebut sebagai Biang kerok Utang Negara.
Kedua BUMN tersebut memiliki andil yang sangat besar dalam menambah beban utang negara tersebut.
Selain 2 BUMN tersebut, masih ada BUMN lain yang juga kondisinya juga sedang tercekik utang.
Hal ini disampaikan oleh analis kebijakan publik, Muhammad Said Didu.
Tercekiknta BUMN Indonesia itu berkaitan dengan utang-utang yang dimiliki saat ini yang berasal dari beberapa perusahaan.
Pada beberapa waktu sebelumnya dikabarkan jika sejumlah perusahaan milik negara akan bangkrut, salah satunya adalah Garuda Indonesia karena lilitan utang yang dimiliki.
Selain Garuda Indonesia, perusahaan konstruksi juga dikabarkan mengalami kerugian dengan adanya penjualan jalan tol yang hingga saat ini masih belum laku.
Seperti Dilansir Pikiran-Rakyat.com "BUMN Tercekik, Pertamina dan PLN Jadi Sumber Utang Terbesar", Said Didu berujar jika hal yang mustahil bagi perusahaan milik negara tersebut untuk melunasi utang-utang yang dimiliki pada saat ini.
"Saya was-was dengan jatuh temponya utang-utang BUMN, banyak sekali. Saya paham betul bahwa BUMN tidak mungkin mampu melunasi utang. BUMN konstruksi yang sudah hampir tiga bulan jual jalan tol, enggak ada yang laku dan utangnya semakin besar," kata Said Didu.
Selain perusahaan konstruksi, Said Didu juga menyoroti utang yang dimiliki PLN dan Pertamina.
"Mohon maaf saja, PLN juga akan menghadapi persoalan. Pertamina sudah hampir enam bulan tidak keluar neracanya sama sekali. Biasanya kalau tidak keluar neracanya, ada masalah besar di dalam," ujar Said Didu.
Dikatakan lebih lanjut oleh Said Didu, Pertamina dan PLN menjadi sumber utang terbesar negara yang totalnya saat ini mencapai Rp1.500 triliun.
"Utang Pertamina perkiraan saya mungkin Rp600-800 triliun, PLN sekira Rp600 triliun, baru turun ke bawah Garuda Indonesia Rp120 triliun. Jadi dua itu besar sekali," ucap Said Didu.*** (Christina Kasih Nugrahaeni/Pikiran Rakyat)