Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Ini Sejarah Tahun Baru Imlek yang Perlu Kalian Tahu, Ada Mitos yang Menyeramkan

Andri Susanto•
Nasional

SuaraPantura.com - Tahun Baru Imlek 2022 tak lama lagi akan dirayakan oleh masyarakat Tionghoa.

Tahun Baru Imlek 2022 juga dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia, sama dengan masyarakat Tionghoa di negara lain.

Tahun Baru Imlek 2022 berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara akan diperingati pada tanggal 1 Februari 2022.

Imlek adalah religi dan tradisi Konfucian (Rujiao / Kongjiao). Di Tiongkok terdapat dua jenis kalender yakni kalender tradisional yang biasa disebut agricultural calendar" (nongli) dan kalender Gregorian yang biasa disebut kalender umum (gongli), atau kalender Barat.

Nama lain dari kalender Tionghoa adalah kalender "Yin”, yang dihitung atas dasar perhitungan bulan. Sedangkan kalender Gregorian disebut kalender "Yang” dikaitkan pada perhitungan matahari. Kalender Tionghoa disebut kalender lama sedangkan kalender Gregorian disebut kalender baru.

Kalender Imlek (Yinli) adalah kalender yang dihitung mulai dari tahun lahirnya Nabi Kongzi tahun 551 SM. Jadi misalnya tahun 2007 ini berarti tahun 551+2007= 2558 Imlek. Karena awal tahunnya dimulai dari awal kelahiran Sang Nabi, maka kalender Imlek juga disebut Khongcu-lek.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Kalender Imlek pertama kali diciptakan oleh Huang Di, seorang Nabi/Raja agung dalam agama Rujiao / Khonghucu. Lalu
kalender ini diteruskan oleh Xia Yu atau Da Yu seorang raja suci/nabi dalam agama Khonghucu pada Dinasti Xia 2205-1766 SM).

Dengan jatuhnya dinasti Xia dan diganti oleh Dinasti Shang (1766-1122 SM), maka sistem kalendernya juga berganti. Tahun barunya dimulai tahun 1 dan bulannya maju 1 bulan sehingga kalau kalender yang dipakai Dinasti Xia tahun
baru jatuh pada awal musim semi, maka pada Dinasti Shang tahun barunya jatuh pada akhir musim dingin.

Dinasti Shang lalu diganti oleh Dinasti Zhou (1122-255SM), dan bergantilah sistem penanggalannya juga. Tahun barunya jatuh pada saat matahari berada di garis 23,5 derajat Lintang Selatan yaitu tanggal 22 Desember saat puncak musim dingin. Dinasti Zhou lalu diganti Dinasti Qin (255-202SM) dan berganti pula sistemnya.

Begitu pula ketika Dinasti Qin diganti oleh Dinasti Han (202SM-206M). Pada zaman Dinasti Han, Kaisar Han Wu Di yang memerintah pada tahun 140-86 SM lalu mengganti sistem kalendernya dan mengikuti anjuran Nabi Kongzi untuk memakai system Dinasti Xia.

Dan sebagai penghormatan atas Nabi Kongzi, maka tahun kelahiran Nabi Kongzi 551 SM ditetapkan sebagai tahun ke-1. Dengan demikian penanggalan Imlek adalah perayaan umat Konghucu.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Mitos

Menurut legenda, dahulu kala, Nián adalah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan atau dalam ragam hikayat lain berasal dari bawah laut yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak, dan bahkan penduduk desa.

Untuk melindungi diri mereka, para penduduk menaruh makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. Dipercaya bahwa dengan melakukan hal itu, maka Nian akan memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil panen.

Pada suatu waktu, penduduk melihat Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Sejak saat itu, Nian tidak pernah datang kembali ke desa.

Nian pada akhirnya ditangkap oleh Hongjun Laozu, dewa Taoisme dalam kisah Fengsheng Yanyi, dan dijadikan kendaraan Honjun Laozu. Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kertas merah di jendela dan pintu.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti Nian. Adat-adat pengusiran Nian ini kemudian berkembang menjadi perayaan tahun baru. Guò nián yang berarti "menyambut tahun baru", secara harafiah berarti "mengusir Nian".

Mitos tentang Nian juga dapat ditemukan dalam buku Jingchu Sui Shi Ji, catatan kebiasaan tahun baru Jingchu yang dibuat pada zaman Dinasti Selatan dan ditulis oleh Zong Lin (498–561).

Dalam perayaan Tahun Baru Imlek hampir semua memiliki makna dalam budaya Tionghoa, termasuk makanan yang wajib
dihidangkan saat perayaan.

Suasana Imlek ini tentu sangat terasa bila lokasi rumah kita berdekatan dengan klenteng, atau kawasan yang banyak dihuni masyarakat Tionghoa yang biasa disebut pecinan.

Barongsai tentu menjadi hiburan atraktif yang paling dinanti oleh masyarakat saat perayaan Imlek.***

Tags:
#tionghoa#tahun baru imlek#2022#konghucu
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…