Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Gus Dur Perbolehkan Perayaan Tahun Baru Imlek, Benarkah Ia Keturunan Tionghoa? Begini Kisah Pengakuan Gus Dur

Andri Susanto•
Nasional

Suarapantura.com - Tahun Baru Imlek 2022 tak lama lagi akan dirayakan oleh masyarakat Tionghoa.

Tahun Baru Imlek 2022 juga dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia, sama dengan masyarakat Tionghoa di negara lain.

Tahun Baru Imlek 2022 berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara akan diperingati pada tanggal 1 Februari 2022.

Ternyata perayaan Tahun Baru Imlek pernah dilarang dirayakan di depan umum.

Larangan tersebut terjadi cukup lama sekitar 31 tahun sejak tahun 1968-1999.

Suami Meninggal, Klaim Asuransi KPR 4 Tahun Tak Tuntas: BTN Malah Tagih Denda Rp10 Juta kepada Ahli Waris!
Baca Juga · Nasional
Suami Meninggal, Klaim Asuransi KPR 4 Tahun Tak Tuntas: BTN Malah Tagih Denda Rp10 Juta kepada Ahli Waris!

Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek.

Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan Tahun Baru Imlek pada tahun 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14 tahun 1967.

Saat itu Gus Dur panggilan akrab untuk Abdurrahman Wahid mengeluarkan Keppres Nomor 6 tahun 2000 dan mencabut Inpres Nomor 14 tahun 1967.

Karena Keppres tersebut, perayaan Tahun Baru Imlek kembali dapat diperingati dan dirayakan di depan umum atau secara terbuka.

RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Senjata Kekuasaan? Advokat Bongkar Pasal Rawan dan Celah Penyalahgunaan Wewenang
Baca Juga · Nasional
RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Senjata Kekuasaan? Advokat Bongkar Pasal Rawan dan Celah Penyalahgunaan Wewenang

Gus Dur saat itu mengatakan etnis Tionghoa adalah bagian dari bangsa Indonesia, sehingga diberikan hak dan kesempatan yang sama.

Karena keputusan dan kebijakan yang diambil Gus Dur tersebut, ia kemudian mendapat gelar Bapak Tionghoa Indonesia.

Keturunan Tionghoa

Pada Tahun 2008 Gus Dur pernah mengatakan bahwa dia adalah keturunan Tionghoa atau keturunan Cina.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Mbah buyutnya Gus Dur sendiri sudah bercampur darah Arab dan India.

Gus Dur menjelaskan dia memiliki darah dari keturunan Putri Campa, yang merupakan selir Raja Majapahit Brawijaya V.

Gus Dur melanjutkan, dari perkawin dengan Brawijaya V, Putri Campa menurunkan dua putra. Putra pertamanya adalah Tan Eng Hian atau Raden Fatah yang kemudian mendirikan kerajaan Demak.

Dari Tang Eng Hian inilah kemudian yang menurunkan mbah buyut dari Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Dari pengakuan dan penjelasan Gus Dur tersebut, jelas bahwa Gus Dur memang memiliki garis atau darah keturunan Tionghoa.***

Tags:
#tionghoa#gus dur#tahun baru imlek#2022#abdurrahman wahid
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…