Suarapantura.com - Tahun Baru Imlek 2022 tak lama lagi akan dirayakan oleh masyarakat Tionghoa.
Tahun Baru Imlek 2022 juga dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia, sama dengan masyarakat Tionghoa di negara lain.
Tahun Baru Imlek 2022 berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara akan diperingati pada tanggal 1 Februari 2022.
Ternyata perayaan Tahun Baru Imlek pernah dilarang dirayakan di depan umum.
Larangan tersebut terjadi cukup lama sekitar 31 tahun sejak tahun 1968-1999.
Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek.
Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan Tahun Baru Imlek pada tahun 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14 tahun 1967.
Saat itu Gus Dur panggilan akrab untuk Abdurrahman Wahid mengeluarkan Keppres Nomor 6 tahun 2000 dan mencabut Inpres Nomor 14 tahun 1967.
Karena Keppres tersebut, perayaan Tahun Baru Imlek kembali dapat diperingati dan dirayakan di depan umum atau secara terbuka.
Gus Dur saat itu mengatakan etnis Tionghoa adalah bagian dari bangsa Indonesia, sehingga diberikan hak dan kesempatan yang sama.
Karena keputusan dan kebijakan yang diambil Gus Dur tersebut, ia kemudian mendapat gelar Bapak Tionghoa Indonesia.
Keturunan Tionghoa
Pada Tahun 2008 Gus Dur pernah mengatakan bahwa dia adalah keturunan Tionghoa atau keturunan Cina.
Mbah buyutnya Gus Dur sendiri sudah bercampur darah Arab dan India.
Gus Dur menjelaskan dia memiliki darah dari keturunan Putri Campa, yang merupakan selir Raja Majapahit Brawijaya V.
Gus Dur melanjutkan, dari perkawin dengan Brawijaya V, Putri Campa menurunkan dua putra. Putra pertamanya adalah Tan Eng Hian atau Raden Fatah yang kemudian mendirikan kerajaan Demak.
Dari Tang Eng Hian inilah kemudian yang menurunkan mbah buyut dari Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Dari pengakuan dan penjelasan Gus Dur tersebut, jelas bahwa Gus Dur memang memiliki garis atau darah keturunan Tionghoa.***