SuaraPantura.com - Sebanyak 725 Anggota LSM GMBI akhirnya ditangkap setelah dianggap ricuh saat melakukan Demonstrasi di Mapolda Jawa Barat.
Salah satu anggotanya bahkan ada yang menaiki patung simbol kebesaran Polda Jawa Barat dan Masyarakat Sunda, Maung Lodaya yang ada di depan kantor Mapolda Jabar.
Kedatangan pedemo ke Polda Jabar itu sebenarnya berkaitan dengan kasus bentrok Ormas di Karawang beberapa waktu lalu.
Hal ini dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.
"Demo ini karena adanya ketidakpuasan terhadap penanganan kasus pembunuhan yang terjadi di Karawang, pada bulan November 2021," ujarnya.
Ibrahim menjelaskan, untuk perkara tersebut sebenarnya sudah ditangani. Bahkan, kata Ibrahim, perkara itu sudah dilimpahkan ke Kejaksaan alias P21.
Namun kini akibat demonstrasi dan penyampaian pendapat yang dianggap anarkis dan merendahkan simbol institusi, LSM GMBI harus menanggung akibatnya.
Bahkan ketua Umum GMBI pun tak luput dari penangkapan.
Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), M Fauzan ditangkap Polisi.
Penangkapan Ketua LSM GMBI ini merupakan imbas dari demo ricuh di depan Mapolda Jabar pada kemarin, Kamis, 27 Januari 2022.
Ketua Umum LSM GMBI Fauzan ditangkap oleh Polda Jabar di kediamannya hari ini pada Jumat 28 Januari 2022.
Ketua LSM GMBI ini lantas digelandang kr Mapolda Jabar.
"Tadi pagi sudah menangkap Ketua Umum GMBI atas nama saudara F," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo di Mapolda Jabar.
Selain Ketua Umum GMBI, beberapa orang lainnya yang terlibat juga turut diamankan Polisi.
"Ketua Umum hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan. Status masih saksi semua. Pemeriksaan akan dilakukan secara maraton karena banyak. Supaya bisa dilihat siapa siapa yang terlibat pidana," jelasnya.
Sebanyak 725 orang diamanian setelah Demo, pelaku penunggang patung Maung Lodaya berhasil diamankan.
Selain mengamankan ratusan orang, lanjut Tompo, pihaknya mendapati adanya sejumlah barang bukti kejahatan salah satunya enam buah senjata tajam, dan ratusan batu bata yang digunakan ratusan anggota GMBI untuk melempar polisi yang melakukan pengamanan saat demo.
***