SuaraPantura.com - Ketua DPP KNPI, Haris Pertama menyoroti salah satu menteri di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diduga terlibat kasus perselingkuhan.
Salah satu menteri ini masih aktif menjabat di kabinet Indoneaia Maju, Jokowi-Ma'ruf Amin.
Haris mengatakan seorang menteri di kabunet itu diduga terlibat skandal perselingkuhan dengan istri orang lain.
Menurut Haris Pertama, Jokowi harus segera melakukan ressufle menteri yang diduga terlibat skandal tersebut agar tak menjadi musibah bagi Rakyat Indonesia.
Hal itu diungkapkan oleh Haris Pertama melalui cuitan di akun Twitter @knpiharis pada Selasa, 1 Februari 2022.
"Reshufle Kabinet harus segera di lakukan. Ada Menko yang terlibat skandal denhan istri orang. Ini akan menyebabkan musibah bagi masyarakat Indonesia," kata Haris Pertama.
Haris Pertama meminta Jokowi dan Ma'ruf Amin untuk segera melakukan reshuffle tersebut agar menghindari azab dari Tuhan Yang Maha Esa.
Pasalnya, dia mengatakan seorang menteri itu diduga telah berzina dengan istri orang lain.
"Segera pak @jokowi @Kiyai_MarufAmin untuk menghindari azab dari Tuhan YME karena MENKO tersebut berzinah dengan istri orang," ujarnya.
Dalam cuitan lainnya, Haris Pertama meminta Jokowi agar dapat menyelesaikan dugaan skandal tersebut agar tidak menjadi aib bagi bangsa Indonesia di mata internasional.
"Tolong diselesaikan ya bapak, agar tidak menjadi AIB bagi bangsa ini dimata internasional," ucapnya.
Sebelumnya, nama Rifa Handayani menjadi perbincangan publik di media sosial usai membuat pengakuan pernah menjadi selingkuhan seorang pejabat negara yang saat ini menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju.
Dilansir dari Seputartangsel " Diduga Ada Skandal Perselingkuhan Menteri, Haris Pertama Desak Jokowi Reshuffle Kabinet: Agar Tak Jadi Aib"
Rifa Handayani membuat pengakuan usai mendapat ancaman pembunuhan yang menimpa dirinya lantaran ketahuan berselingkuh dengan pria yang diduga seorang menteri tersebut.
Tak kuat menahan teror yang ditujukan padanya, Rifa Handayani akhirnya melaporkan seseorang yang diduga seorang menteri beserta istrinya pada Desember 2021 lalu.
***
(Asep Saripudin-PRMN)